Menuju konten utama

Ekonomi RI Tumbuh 5,39% pada Kuartal IV 2025

Pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun lalu sebagai yang tertinggi secara kuartalan pasca Covid-19.

Ekonomi RI Tumbuh 5,39% pada Kuartal IV 2025
Plt Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/12/2024). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ekonomi itu lebih kuat dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 5,02 persen.

“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.147,2 triliun. Atas dasar harga konstan Rp3.474,5 triliun. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan dengan triwulan IV 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,39 persen,” ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rilis BPS, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Sementara di sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun. Dengan demikian, secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen.

“Secara year on year, ekonomi Triwulan IV 2025 tumbuh 5,39 persen dibandingkan triwulan yang sama di tahun sebelumnya," papar Amalia.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi pada Triwulan IV 2025 dengan kontribusi 1,10 persen. Sektor ini diikuti oleh perdagangan yang menyumbang 0,79 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,55 persen. Sementara itu, sektor pertanian memberikan kontribusi pertumbuhan 0,51 persen, dan sektor lainnya menyumbang 2,44 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tercatat tumbuh positif secara tahunan. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian dengan porsi 53,63 persen dan tumbuh 5,11 persen (yoy). Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyusul dengan kontribusi 30,02 persen dan pertumbuhan 6,12 persen

Komponen ekspor mencatat pertumbuhan 3,25 persen, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 4,55 persen. Adapun konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh cukup tinggi, yakni 5,90 persen, meski kontribusinya relatif kecil sebesar 1,38 persen. Di sisi lain, impor masih terkontraksi 21,43 persen, yang turut menopang pertumbuhan PDB secara keseluruhan.

BPS mencatat pertumbuhan PMTB didorong oleh peningkatan investasi pada barang modal bangunan serta mesin dan peralatan. Sementara pertumbuhan konsumsi LNPRT dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas organisasi kemasyarakatan, khususnya terkait penanganan bencana di wilayah Sumatra.

Dengan capaian tersebut, Amalia menegaskan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun lalu sebagai yang tertinggi secara kuartalan pasca Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,39 persen ini merupakan pertumbuhan tahunan triwulan IV tertinggi pasca pandemi Covid,” tegas Amalia.

Baca juga artikel terkait BPS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana