tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bakal memberi pinjaman kepada Pemerintah Daerah (Pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan/atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan bunga 0,5 persen. Dalam penyaluran pinjaman ini, pemerintah tidak mencari untung, sehingga tidak mematok bunga tinggi.
“Dia minta 0,5 persen, kita kasih 0,5 persen. Untuk saya, uang pemerintah, bukan cari bunga, harusnya memaksimalkan pertumbuhan daerah, supaya ekonomi daerah jalan,” kata dia, dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).
Nantinya, ia akan menugaskan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk menyalurkan pinjaman tersebut. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pula pinjaman akan disalurkan langsung oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
“Jadi, pada dasarnya kalau daerah siap, SMI kan lebih profesional dibanding … pemerintah kan ngga bisa masuk ke sana untuk nilai komersial dari investasinya, dari proyeknya. Kalau SMI kan lebih terlatih untuk itu,” imbuh Purbaya.
Terkait penyaluran pinjaman ini, mantan Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu sanggup memberikan tambahan anggaran kepada PT SMI hingga Rp3 triliun yang akan dikucurkan pada triwulan IV 2025. Nilai tersebut jauh lebih rendah dari yang ditawarkannya kepada PT SMI, yang senilai Rp6 triliun.
Sementara, penyaluran pinjaman oleh PT SMI ini akan dimulai jika kedua belah pihak sudah sama-sama siap untuk meminta dan menerima pinjaman.
“Kalau daerah siap dan PT SMI siap, saya akan channel-in lebih banyak. Kan nggak akan hilang banyak-banyak. Saya bilang, oke saya kasih (bunga pinjaman) 0,5 (persen). Bisa nggak kamu serap Rp6 triliun dalam waktu dekat? Dia bilang, mungkin 3 bisa untuk triwulan keempat,” kata Purbaya, menceritakan kesepakatannya dengan manajemen PT SMI.
“Saya bilang juga, daripada kamu banyak nganggur, SMI juga ternyata kerjanya sedikit rupanya. Udah, saya tambah. Rp3 triliun, kalau bisa Rp3 triliun, saya kasih Rp3 triliun. Kalau bisa Rp6 triliun, saya kasih Rp6 triliun. Kamu siap-siap saja,” sambungnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































