Menuju konten utama

PT KAI Mau Beli Lokomotif Baru Berbahan Bakar B20

Lokomotif baru yang akan dibeli KAI siap menggunakan bahan bakar B20.

PT KAI Mau Beli Lokomotif Baru Berbahan Bakar B20
Pekerja melakukan perawatan lokomotif kereta api di Depo Lokomotif Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/5/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk membeli 627 gerbong kereta baru beserta lokomotifnya. Pembelian sejumlah perangkat tersebut merupakan langkah peremajaan yang dilakukan PT KAI karena rangkaian keretanya sudah berusia 30 tahun.

Nantinya, kata Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo, lokomotif baru yang akan dibeli juga sudah siap untuk menggunakan bahan bakar biodiesel atau campuran solar dan 20 persen FAME (B20).

"Lokomotif yang dibeli green energy ready, jadi sudah siap dengan B20," jelas Didiek di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Sudirman Central Bussines District (SCBD), Senin (11/11/2019).

Ia mengatakan, pihaknya akan mengadakan 36 lokomotif baru yang bisa menggunakan bahan bakar . Gerbong tersebut bisa dibeli dari PT INKA maupun impor.

"Jadi kereta-kereta kita akan moderenisasi ke depan lebih ke arah green energy. Lokomotif kita gensetnya digunakan B20, B30 hingga ada kajian B100," terangnya.

Untuk pembelian gerbong dan lokomotif tersebut, PT KAI saat ini tengah menerbitkan obligasi sebesar Rp2 triliun. Pendanaan tersebut secara rinci akan digunakan untuk refinancing utang kepada bank sebesar Rp1,2 triliun. Kemudian sisanya Rp800 miliar untuk membeli sejumlah sarana dan prasarana baru.

"Kami kembangkan alternatif pembiayaan sifatnya jangka panjang. Obligasi kami terbitkan sejak 2017, tahun ini akan gunakan untuk refinancing kredit perbankan Rp1,2 triliun ini bridging karena kami peremajaan (berapa kereta) rata-rata Rp5 miliar 1 kereta. Jadi kami ingin reprofile dari jangka pendek ke jangka panjang," kata dia.

Baca juga artikel terkait PT KAI atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Hendra Friana