Menuju konten utama

PT Chandra Asri Beri Penjelasan Usai Sahamnya Alami ARB 5 Hari

Barito Pacific mengklaim fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham mereka dikelola secara hati-hati dan terukur.

PT Chandra Asri Beri Penjelasan Usai Sahamnya Alami ARB 5 Hari
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), bagian dari Barito Pacific Group, mengalami auto rejection bawah (ARB) selama lima hari pada 13 Mei dan 18 hingga 21 Mei 2026. Perseroan pun memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya @baritopacific.id.

Corporate Communication Barito Pacific mengklaim fasilitas pembiayaan dan penjaminan saham mereka dikelola secara hati-hati dengan mempertimbangkan skenario risiko terukur.

“Penjaminan saham juga mencakup mekanisme dalam memitigasi terjadinya volatilitas pasar. Perseroan terus menjaga rasio margin dan posisi likuiditas secara disiplin sesuai prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik," tulis Corporate Communication Barito Pacific melalui akun Instagram resmi, dikutip Kamis (21/5/2026).

Barito Pacific menyatakan pergerakan saham di bursa merupakan bagian dari dinamika pasar. Perusahaan pun mengklaim menjalankan bisnis dengan kuat.

"Pergerakan harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar, operasional dan fundamental bisnis Barito Pacific beserta anak usaha tetap berjalan solid, didukung oleh fundamental usaha yang kuat dan kinerja operasional yang resilien," tutur mereka.

Sebagai informasi, tren pergerakan saham TPIA pada 12 Mei 2026 berada di level 5.050 atau turun 16,87 persen dari hari sebelumnya.

Sehari kemudian, pada 13 Mei 2026, tercatat di level 4.300 atau turun 29,22 persen. Lalu, pada 18 Mei 2026, saham TPIA berada di level 3.660 atau turun 39,75 persen.

Berselang satu hari, saham TPIA menyentuh level 3.120 atau turun 48,64 persen. Nilai saham TPIA semakin menurun pada 20 Mei 2026, yakni menyentuh level 2.660 atau turun 56,21 persen.

Pada 21 Mei 2026, saham TPIA berada di level yang lebih rendah, yakni 2.270 atau turun 62,63 persen. Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri menetapkan batas ARB untuk harga saham di atas Rp5.000 adalah 20 persen.

Baca juga artikel terkait HARGA SAHAM atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi