Menuju konten utama

Proyek Flyover Bulak Kapal Bekasi Dipercepat usai Tabrakan KA

Walkot Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengatakan proyek flyover tersebut, ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan dengan anggaran sekitar Rp220 miliar.

Proyek Flyover Bulak Kapal Bekasi Dipercepat usai Tabrakan KA
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/5/2025). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wali Kota (Walkot) Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengungkapkan rencana percepatan pembangunan flyover di kawasan perlintasan kereta Bekasi Timur, usai insiden tabrakan kereta api pada Senin (27/4/2026) malam.

Tri mengatakan proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp220 miliar.

Menurutnya, pembangunan flyover itu menjadi solusi untuk mengatasi tingginya angka kecelakaan di kawasan Bulak Kapal–Ampera.

“Makanya salah satu solusinya adalah memang sudah diinisiasi untuk melakukan pembangunan flyover. Pemerintah daerah sudah selesai terkait dengan pembebasan lahannya, hampir kurang lebih 100 miliar lebih. Kemudian, dari provinsi tahun ini sudah dianggarkan 30 miliar tahap satu dan akan diselesaikan tahun depan,” kata Tri kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Ia menyebut pemerintah pusat melalui arahan Presiden akan membantu percepatan pendanaan proyek tersebut.

“Tapi tadi malam arahan Pak Dasco (Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad), beliau akan menggunakan dana Banpres (Bantuan Presiden), dan kekurangannya mungkin sekitar 220 miliar kalau bisa dikeluarkan insyaAllah dalam kurun waktu 6 bulan ke depan itu akan sudah selesai pembangunan flyover yang ada. Artinya, pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat ya. Tentu perjalanan kereta api pun tidak akan terganggu ya, karena kemudian betul-betul perlintasan itu harus sudah memang ditutup,” tuturnya.

Tri menjelaskan tingginya frekuensi perjalanan kereta di lokasi tersebut membuat perlintasan rawan kecelakaan.

“Karena memang pola perjalanan keretanya itu kurang dari 10 menit, makanya begitu cepat posisi antara KRL dan kemudian kereta yang berikutnya. Sementara fungsi stasiun di Bekasi Timur itu tidak memiliki untuk mengubah apa, mengubah rel, karena relnya tetap itu hanya double track, jadi tidak bisa sewaktu-waktu untuk dipindahkan. Jadi, itulah kondisi yang ada,” tutup Tri.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERETA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama