tirto.id - Program padat karya di sektor jalan dan jembatan yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan dampak signifikan dalam penyerapan tenaga kerja.
Hingga September 2025, program ini telah menyerap 43.628 tenaga kerja, setara dengan 2.909.075 Hari Orang Kerja (HOK). Data e-Monitoring per 24 September 2025 tersebut juga mencatat progres fisik program secara keseluruhan telah mencapai 62,1 persen.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa program padat karya dirancang tidak hanya untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga untuk memberikan dampak ekonomi secara langsung.
“Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (30/9/2025).
Realisasi penyerapan tenaga kerja ini tersebar di berbagai jenis pekerjaan. Pada bidang jalan, kegiatan padat karya seperti pemeliharaan rutin, termasuk pembersihan median dan pengecatan marka, telah menyerap 33.052 pekerja dengan progres 63,78 persen.
Sementara itu, pemeliharaan rutin kondisi jalan dan pekerjaan penunjangan jalan (holding) masing-masing menyerap 244 dan 23 tenaga kerja.
Di sektor jembatan, kegiatan seperti pengecatan rangka jembatan telah menyerap 9.674 tenaga kerja dari target 12.180 orang, dengan progres fisik mencapai 57,9 persen. Terdapat pula kegiatan padat karya kontraktual tambahan yang telah menyerap 635 tenaga kerja.
Program yang dijalankan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di bawah Ditjen Bina Marga ini merupakan wujud dari strategi infrastruktur kerakyatan.
Pada Tahun Anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk mendanai program yang tersebar di 1.059 lokasi ini.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk pekerjaan infrastruktur berskala kecil dengan melibatkan masyarakat secara langsung sebagai pelaku utama.
Secara strategis, kehadiran komponen padat karya dalam program ini turut mendukung tercapainya target PU 608, yang berfokus pada efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































