Menuju konten utama

Profil Valentino Garavani Desainer Merek Mewah yang Tutup Usia

Profil Valentino Garavani, desainer merek mewah asal Italia yang legendaris. Ia tutup usia pada 19 Januari 2026.

Profil Valentino Garavani Desainer Merek Mewah yang Tutup Usia
Valentino Garavani. Instagram/fondazionevggg and realmrvalentino

tirto.id - Desainer merek mewah, Valentino Garavani meninggal dunia pada Senin (19/1/2026) dalam usia 93 tahun. Simak profil dan perjalanan kariernya berikut.

Dalam unggahan di media sosial, yayasan milik Valentino dan pasangannya, Giancarlo Giammetti, Fondazione Valentino Garavani e Giancarlo Giammetti membuat pernyataan yang membenarkan kepergian Valentino untuk selama-lamanya.

Mereka menyebut Valentino mengembuskan napas terakhir di Roma, Italia. Namun, mereka tidak menjelaskan penyebab meninggalnya Valentino.

“Upacara persemayaman akan diadakan di Piazza Mignanelli 23 pada hari Rabu, 21 Januari dan Kamis, 22 Januari, dari pukul 11.00 hingga 18.00. Pemakaman akan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Januari di Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, di Piazza della Repubblica 8 di Roma, pukul 11.00,” tulis pengumuman tersebut.

Profil Valentino Garavani

Bernama lengkap Valentino Clemente Ludovico Garavani dan lahir di Voghera, Italia pada 11 Mei 1932. Ia adalah perancang busana Italia legendaris, pendiri rumah mode mewah Valentino S.p.A..

Valentino berasal dari keluarga berada, sejak masa kanak-kanak ia telah menunjukkan ketertarikan luar biasa pada dunia keindahan, seni, dan pakaian berkelas.

Minat itu kemudian ia kembangkan dengan mulai belajar menggambar dan magang di lingkungan penjahit lokal sebelum akhirnya, dengan dukungan penuh orang tuanya, berangkat ke Paris pada usia 18 tahun untuk menempuh pendidikan formal di Ecole des Beaux-Arts dan Chambre Syndicale de la Couture.

Di Paris, ia membentuk fondasi melalui pengalaman bekerja dengan para maestro mode seperti Jean Desses dan Guy Laroche, sekaligus menyerap disiplin haute couture Prancis yang ketat, presisi teknis, dan penghormatan terhadap tradisi.

Setelah kembali ke Italia pada akhir 1950-an dan menyempurnakan keahliannya di bawah Emilio Schuberth serta Vincenzo Ferdinandi, Valentino membuka rumah modenya sendiri pada tahun 1960 di Via Condotti, Roma.

Kariernya di panggung internasional terjadi pada pertengahan 1960-an, didorong oleh pengakuan dari klien-klien berprofil tinggi seperti Elizabeth Taylor dan Jacqueline Kennedy Onassis, yang kemudian menjadikannya simbol keanggunan modern, terutama melalui koleksi monokrom hitam putih dan penciptaan warna merah khas yang kemudian dikenal sebagai “Valentino Red”.

“Valentino Red” merupakan sebuah nuansa carmine scarlet dengan sentuhan oranye yang menjadi identitas visual rumah mode Valentino dan ikon romantisme dalam sejarah fashion.

Bersama Giancarlo Giammetti, pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya selama lebih dari enam dekade, Valentino membangun kerajaan mode global yang mencapai puncak kejayaan pada 1970-an dan 1980-an, era ketika desainnya berupa gaun malam glamor, siluet feminin dan detail couture yang rumit menjadi pilihan utama kalangan bangsawan, selebritas Hollywood, dan elite internasional.

Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sejajar dengan nama-nama besar seperti Yves Saint Laurent dan Karl Lagerfeld.

Valentino berpegang teguh pada filosofi yang konsisten dan sederhana: bahwa perempuan ingin merasa cantik, dan bahwa keindahan adalah nilai tertinggi yang patut dirayakan tanpa ironi.

“Saya mencintai keindahan. Itu bukan kesalahan saya. Dan saya tahu apa yang diinginkan perempuan: mereka ingin merasa cantik,” ucap Valentino dikutip Reuters.

Ia menjual perusahaannya pada 1998 namun tetap aktif secara kreatif hingga peragaan haute couture terakhirnya pada 2008, sebuah penutup karier yang disambut standing ovation dan dianggap sebagai akhir simbolis dari era couture klasik.

Sepanjang hidupnya, Valentino menerima berbagai penghargaan prestisius di Italia dan Prancis, tampil dalam film dan dokumenter, serta dikenal sebagai kolektor seni dan tokoh budaya berpengaruh.

Baca juga artikel terkait SELEBRITI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra