tirto.id - Identitas sebenarnya Satoshi Nakamoto, penemu mata uang digital Bitcoin, hingga kini masih belum diketahui kejelasannya. Siapa Satoshi Nakamoto dan bagaimana kepemilikan Bitcoin?
Identitas pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto dikabarkan terungkap lewat film dokumenter "Money Electric: The Bitcoin Mystery". Melalui film tersebut, nama Peter Todd diduga menjadi sosok di balik Satoshi Nakamoto.
Peter Todd merupakan seorang developer software sekaligus pengembang Bitcoin asal Kanada. Dugaan tersebut diperkuat melalui postingan forum pada 2010 yang melibatkan Peter Todd dan Satoshi Nakamoto.
Todd diduga memposting sesuatu yang merupakan kelanjutan aksi Satoshi. Terkait hal ini, Todd membantah dirinya dikaitkan dengan Satoshi.
Hingga kini, tidak diketahui siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto. Satoshi Nakamoto adalah nama anonim yang digunakan oleh orang atau sekelompok orang yang mengembangkan mata uang digital Bitcoin pada tahun 2009.
Profil Satoshi Nakamoto: Penemu Bitcoin
Konsep mata uang Bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto kepada masyarakat melalui buku berjudul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System yang terbit tahun 2008.
Dalam buku tersebut, Satoshi Nakamoto memublikasikan ide penciptaan mata uang digital bernama Bitcoin. Nakamoto merancang mata uang tanpa melibatkan penengah (pihak ketiga) dan menghilangkan ketergantungan terhadap bank.
Selain itu, Nakamoto mengganti kartu debit/ATM dan PIN ala perbankan dengan private key dan public key yang saling terkait melalui teknologi enkripsi.
Sementara itu, pencatatan transaksi Bitcoin dilakukan secara desentralisasi, yakni meminta para pengguna Bitcoin untuk "menyumbang" komputer dan bersama-sama melakukan pencatatan (blockchain).
Sistem Bitcoin dirancang dalam rangka memberi hadiah bagi komputer pertama yang berhasil mencatat transaksi (Bitcoin mining). Tidak seorang pun pernah bertemu Nakamoto, dan tidak ada foto orang tersebut.
Tak hanya itu, tidak diketahui secara jelas apakah Nakamoto adalah satu orang atau bahkan sekelompok orang. Bahkan, tidak diketahui pasti berapa umur Satoshi Nakamoto dan apakah masih hidup atau sudah meninggal.
Menurut laporan Britannica, pesan kedua terakhir yang terkonfirmasi dari Nakamoto dikirim pada April 2011. Orang tersebut mengaku telah "beralih ke hal lain". Dalam surel terakhirnya beberapa hari kemudian, Nakamoto menulis, "Saya berharap Anda tidak terus menyebut saya sebagai sosok misterius yang samar."
Beberapa orang diduga sebagai identitas asli di balik nama samaran ini, tetapi tidak satu pun spekulasi ini terbukti. Dugaan yang muncul antara lain Dorian Nakamoto, seorang insinyur dari California.
Selain itu, Nick Szabo, seorang ilmuwan komputer yang menulis artikel pada tahun 2005 tentang mata uang digital hipotetis bernama "bit gold" yang tidak bergantung pada pihak ketiga juga disebut sebagai Satoshi Nakamoto.
Namun, baik Dorian Nakamoto maupun Szabo sering menyangkal sebagai Satoshi Nakamoto.
Craig Wright, seorang akademisi dan pengusaha Australia, telah mengklaim dirinya sebagai Nakamoto. Pengakuan tersebut membuatnya terlibat dalam gugatan hukum terkait kepemilikan identitas Satoshi Nakamoto.
Banyak pihak di komunitas mata uang kripto, terutama yang bekerja dengan Nakamoto di awal-awal Bitcoin, meragukan klaim Wright. Pada tahun 2024, seorang hakim Pengadilan Tinggi di Inggris memutuskan bahwa Wright bukan Nakamoto. Lebih lanjut lagi, Wright telah memalsukan banyak bukti yang mendukung klaimnya sebagai Satoshi Nakamoto.
Berdasarkan stempel waktu unggahan dan email, Satoshi Nakamoto diasumsikan berada di Inggris atau Amerika Serikat. Nakamoto menggunakan ejaan Inggris untuk kata-kata tertentu seperti "favour". Karena alasan ini, muncul spekulasi bahwa Satoshi Nakamoto berasal dari Inggris atau menempuh pendidikan di Inggris.
Kepemilikan Bitcoin Satoshi Nakamoto
Meski identitas asli Satoshi Nakamoto belum diketahui, ia dikabarkan masuk dalam daftar 20 orang terkaya dunia. Analisis terhadap 36.289 blok pertama yang ditambang menunjukkan bahwa seorang penambang, yang diyakini Satoshi Nakamoto, telah mengumpulkan lebih dari 1 juta Bitcoin.
Pada tahun 2024, nilai satu Bitcoin sekitar $70.000. Sehingga kekayaan bersih penambang ini dalam Bitcoin akan mencapai sekitar $70 miliar. Tak satu pun Bitcoin tersebut pernah ditarik dari dompet tersebut.
Pada bulan Agustus 2024, pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) turut angkat suara terkait siapa sosok Satoshi Nakamoto. Hal itu menyusul permintaan yang diajukan pengusaha teknologi dan peneliti disinformasi, Dave Troy, melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA).
Hanya saja, FBI tak memberi konfirmasi pasti soal sosok Satoshi Nakamoto. Bisa jadi, sosok Nakamoto dikendalikan satu orang atau lebih.
"FBI menyatakan bahwa Satoshi bisa jadi adalah satu atau lebih individu. FBI tidak dapat mengonfirmasi maupun menyangkal keberadaan mereka,” tulis U Today.
Laporan The Block menyebutkan Nakamoto terus berkontribusi dalam pengembangan Bitcoin hingga pertengahan 2010, berkomunikasi dengan komunitas melalui forum dan email. Selama masa ini, Nakamoto berkolaborasi dengan pengembang lain untuk menyempurnakan perangkat lunak dan mengatasi berbagai tantangan teknis.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































