tirto.id - Nicholas Francis Gosselin, pilot pesawat AMA, tewas dalam insiden pembakaran pesawat oleh KKB Papua di Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026). Ditilik dari profilnya, Gosselin merupakan warga negara asing (WNA) dan kini tengah bekerja di Indonesia ketika insiden itu menewaskannya.
Sebelumnya, insiden pesawat AMA dibakar KKB Papua terjadi Kamis pagi waktu Indonesia timur. Insiden tersebut terjadi di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Seturut Antara, insiden pembakaran telah dikonfirmasi oleh Kapolres Yahukimo AKBP Zet Salino. Menurut Zet, pesawat yang tengah terbangkan Gosselin itu memiliki nomor penerbangan PK-RCY.
Pesawat PK-RCY itu dilaporkan tengah membawa tujuh orang penumpang pada hari insiden terjadi. Otoritas terkait belum merinci kronologi pembakaran terjadi, seiring proses penyelidikan kepolisian tengah berlangsung.
Akan tetapi, Nicholas Gosselin terakhir kali terhubung dengan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena pada Kamis pukul 06.46 WIT. Saat itu, Gosselin melaporkan baru saja mendarat di Lapangan Terbang Balinggama.
Setelah laporan itu, komunikasinya terputus. Tak selang lama dari terputusnya komunikasi, pesawat yang dioperasikan Gosselin dilaporkan telah dibakar. Gosselin turut dikabarkan meninggal dalam insiden itu.
Profil Nicholas Francis Gosselin, Pilot Pesawat AMA
Pilot pesawat perintis maskapai AMA yang dibakar di Papua Pegunungan diidentifikasi sebagai Nicholas Francis Gosselin. Ia merupakan WNA asal Amerika Serikat (AS) dan kini berada di Indonesia untuk bekerja sebagai pilot.
Seturut keterangan pada dokumen paspor sang pilot, Nicholas Gosselin masih tergolong muda. Usianya kini baru 30 tahun. Ia kelahiran Connecticut, AS, pada 16 November 1996.
Seturut laman LinkedIn milik Gosselin, pria berkebangsaan AS itu mengawali karier di bidang aviasi sejak 2013 lalu. Kala itu, ia menjadi anak magang untuk Image Aviation Service di Oxford, Connecticut.
Pengalaman sebagai anak magang itu rupanya berhasil membawanya bekerja di PenAir. Pada 2015 hingga 2018, ia bekerja di maskapai itu sebagai ramp agent dan operations agent.
Dari sana, barulah Gosselin memulai karier profesional sebagai pilot. Pada 2018, Gosselin yang berusia 22 tahun tercatat sebagai pilot maskapai Mills Air Service di Massachusetts.
Di Mills Air, Gosselin mengoperasikan sejumlah pesawat tertentu seperti towed banners dan pesawat terjun payung. Karier ini kemudian membuatnya makin mendalami karier sebagai pesawat khusus.
Masih di tahun 2018, Gosselin juga menjadi pilot untuk Skydive Virgin Islands. Ia menjadi pilot pesawat pembawa penerjun payung dengan area operasional di Virgin Islands, AS.
Setelah itu, pada 2019, barulah Gosselin menjadi pilot pesawat transportasi penumpang sipil. Pada tahun tersebut, ia tercatat sebagai pilot untuk maskapai Grant Aviation dan mengoperasikan berbagai pesawat dengan rute terbang di sekitar Alaska.
Kariernya di Grant Aviation berlangsung cukup lama. Ia menjadi pilot di Alaska selama lima tahun.
Kemudian pada 2024, ia berpindah maskapai. Kali ini, Gosselin menjadi pilot untuk Associated Mission Aviation (AMA).
Inilah perubahan karier Gosselin yang cukup signifikan. Pasalnya, ia bekerja untuk mengoperasikan pesawat di Indonesia, tepatnya di Papua.
Gosselin lantas menempuh jarak 14.500 km dari tempat kelahirannya, menuju Papua. Sejak itu, ia menetap di sana.
Namun, Papua sayangnya menjadi akhir perjalanan bagi Gosselin. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis karena insiden pembakaran pesawat yang terjadi di Papua Pegunungan oleh KKB.
Dalam halaman profil di LinkedIn miliknya, menuliskan prinsip ketika bekerja. Mendiang pilot itu menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang selalu menantikan tantangan dan mau terus belajar.
“Selalu mencari tantangan baru, selalu belajar,” tulis Gosselin dalam halaman LinkedIn miliknya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































