Menuju konten utama

Profil Letjen Agus Widodo yang Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BIN

Letjen Agus Widodo Waka BIN yang baru telah menempati posisinya setelah resmi dimutasi dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan.

Profil Letjen Agus Widodo yang Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BIN
Letjen TNI Agus Widodo (kanan). foto/Kemhan RI

tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi menunjuk Letnan Jenderal TNI Agus Widodo sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) yang baru. Ia menggantikan Komjen Pol (Purn) Imam Sugianto yang telah memasuki masa purna tugas pada Mei 2026.

Dengan penugasan tersebut, Agus Widodo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan resmi berpindah tugas ke lembaga intelijen nasional untuk membantu Kepala BIN dalam menjalankan fungsi intelijen negara.

Kepastian pergantian jabatan ini disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, yang membenarkan adanya pergeseran posisi tersebut.

"Beliau menjadi Waka BIN,” kata Rico saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/5/2026).

Sedangkan posisi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan kini dijabat oleh Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo. Ia sebelumnya menjabat Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad.

Profil Letjen Agus Widodo Waka BIN yang Baru

Letnan Jenderal TNI Agus Widodo, S.IP., M.Si. lahir pada 17 Januari 1974 di Bojonegoro, Jawa Timur. Ia merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang baru saja menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN).

Agus Widodo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1995 dari kecabangan Infanteri, khususnya Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dalam perjalanan karier militernya, Agus Widodo dikenal sebagai perwira yang banyak meniti penugasan di lingkungan Kopassus dan berbagai satuan operasional TNI AD. Dari situ, ia lantas banyak menempati berbagai jabatan strategis di tingkat komando maupun staf.

Sebelum menjabat sebagai Waka BIN, Agus Widodo dipercaya menduduki posisi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan sejak 28 Mei 2025.

Dalam jabatan tersebut, ia menggantikan pejabat sebelumnya dan kemudian posisinya digantikan oleh Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo setelah dipindahkan ke BIN.

Karier militer Letjen Agus Widodo Waka BIN ini dimulai dari berbagai posisi di Kopassus. Ia pernah menjadi Danyon 21 Grup-2 Kopassus, instruktur di berbagai sekolah militer Kopassus hingga Waasren Danjen Kopassus.

Ia juga pernah bertugas sebagai Sespri Kepala Staf Angkatan Darat, Waasops Kasdam Iskandar Muda, serta Komandan Brigif 4/Dewa Ratna. Pada periode 2019–2021, Agus Widodo menjabat sebagai Komandan Rindam XII/Tanjungpura, kemudian dilanjutkan sebagai Wakil Komandan Pusat Latihan Tempur Kodiklatad pada 2021–2023.

Selanjutnya, ia dipercaya memimpin Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap pada 2023–2024 sebelum akhirnya masuk ke Kementerian Pertahanan.

Dari sisi pendidikan militer, Agus Widodo telah menempuh berbagai jenjang pendidikan strategis. Dirinya sempah menempuh pendidikan di Susarcab Infanteri, pendidikan Komando, Military Free Fall, Jump Master, Pathfinder, Seskoad (2009), Sesko TNI (2018) hingga Lemhannas RI PPRA LXIV (2022).

Selain pendidikan militer, ia juga menempuh pendidikan akademik sipil dengan meraih gelar Sarjana Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Jenderal Achmad Yani (2010) dan Magister Studi Kajian Wilayah Eropa dari Universitas Indonesia (2022).

Harta Kekayaan Letjen Agus Widodo

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode tahun 2025, saat Letnan Jenderal TNI Agus Widodo menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan, ia tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp8.700.890.386.

Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan dengan total nilai sekitar Rp3,55 miliar. Aset ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bandung Barat, Singkawang, Sambas, Magelang, Aceh Jaya, dan Mempawah, dengan luas yang bervariasi mulai dari ratusan meter persegi hingga lebih dari 100.000 meter persegi.

Selain aset properti, Agus Widodo juga memiliki kekayaan berupa alat transportasi dan mesin senilai sekitar Rp1,025 miliar. Aset ini terdiri dari beberapa kendaraan pribadi, antara lain Toyota Fortuner tahun 2017, Toyota Alphard tahun 2017, serta satu unit Land Rover Defender keluaran 1995.

Di samping itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp398 juta, serta surat berharga senilai sekitar Rp9 juta. Komponen terbesar dari kekayaan yang dimilikinya justru berasal dari kas dan setara kas yang mencapai lebih dari Rp3,7 miliar.

Tidak tercatat adanya harta lain maupun kewajiban hutang dalam laporan tersebut, sehingga total kekayaan bersihnya sama dengan total keseluruhan aset yang dimiliki yakni Rp8.700.890.386.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar