tirto.id - Pilot Smart Air, Egon Erawan, merupakan korban tewas dalam insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026). Berikut profil pilot yang tewas ditembak orang tak dikenal itu.
Sebelumnya, pesawat Smart Air bernomor PK-SNR ditembak oleh orang tak dikenal ketika mendarat di Bandara Koroway. Berdasarkan kronologi penembakannya, kedua kru pesawat tewas tertembak, yakni pilot Egon Erawan dan kopilot Baskoro.
"Iya betul [ada korban jiwa]. Informasi awal seperti itu [korban adalah pilot]," kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Polri Brigjen Faizal Ramdani pada Rabu.
Kabar meninggalnya Egon juga telah dikonfirmasi rekannya, Aan Sulistyo, melalui akun Facebooknya pada Rabu.
"Selamat jalan sobatku yg baik dan lucu Capt Egon Egon Erawan. Beliau adlh Pilot yg menerbang kan pesawat PK-SNR PT Smart Air, wafat td siang dlm peristiwa penembakan oleh KKB d Bandara Koroway Batu Papua," tulis Aan yang satu angkatan dengan Egon di SMA Negeri 3 Yogyakarta lulusan 1982.
Profil Egon Erawan, Pilot Pesawat Smart Air yang Tewas Ditembak
Egon Erawan merupakan seorang pilot berkebangsaan Indonesia. Ia adalah korban tewas dalam insiden penembakan pesawat Smart Air oleh orang tak dikenal pada Rabu (11/2/2026).
Egon memiliki pengalaman yang panjang sebagai pilot pesawat terbang sebelum merapat ke Smart Air. Berdasarkan laman LinkedIn miliknya, ia sudah meniti karier sebagai pilot setidaknya sejak 2009.
Pada tahun 2009 itu Egon tergabung sebagai pilot untuk PT Maleo Air. Perusahaan Maleo Air itu merupakan sebuah maskapai kargo charter asal Indonesia yang pernah beroperasi di kawasan Sulawesi Tengah.
Kariernya sebagai pilot di Air Maleo itu berlangsung selama lima tahun, yakni hingga 2014. Kala itu Air Maleo telah memasuki penghujung masa sebelum izin operasinya dicabut Kementerian Perhubungan pada 2015.
Dari Air Maleo, Egon kemudian tetap jadi pilot, kali ini di PT Pegasus Air Services. Pegasus Air Services juga merupakan maskapai charter serupa Air Maleo. Namun, Pegasus Air Services mengkhususkan dirinya untuk klien korporasi.
PT Pegasus Air Services sebelumnya merupakan maskapai penerbangan milik PT HM Sampoerna sebelum beralih kepemilikan ke Pegasus Aviation pada 2010. Egon mendapatkan posisi sebagai chief pilot di maskapai tersebut ketika masuk pada 2014.
Berdasarkan penelusuran Facebook Egon Erawan, pilot senior ini menikah dengan Honga Magyar Dorottya. Halaman profil istri Egon menyebutkan bahwa ia tinggal di Denpasar, Bali.
Dari media sosial ini pula diketahui bahwa Egon merupakan lulusan Civil Flying School Melbourne, Australia pad 1997. Egon menempuh pendidikan di Australia setelah lulus dari SMA Negeri 3 Yogyakarta pada 1982.
Egon juga menulis di halaman profil Facebooknya bahwa ia adalah alumni SMP Negeri XI Jakarta angkatan 1979.
Tewasnya Egon dalam insiden penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel pada Rabu telah menyita perhatian publik. Berdasarkan kronologi yang dirilis kepolisian, Egon tewas dalam keadaan mengenaskan.
Egon dan kopilot Baskoro dilaporkan berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel. Hal ini memungkinkan para penumpang melarikan diri ke hutan di tengah penembakan yang terjadi secara tiba-tiba.
Egon sempat melaporkan kejadian itu ke FOO Smart Air, menjelaskan peristiwa penembakan dan keputusannya untuk mendarat dan melarikan diri ke hutan.
Akan tetapi, Egon dan Baskoro dilaporkan tertangkap pelaku penembakan saat melarikan diri ke hutan. Keduanya kemudian dibawa kembali ke lapangan terbang dan ditembak hingga tewas di sana.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































