Menuju konten utama

Nama Penumpang & Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua

Sebanyak 13 penumpang pesawat Smart Air yang ditembaki orang tak dikenal di Boven Digoel, Papua Selatan, selamat. Namun, pilot dan kopilot tewas ditembak.

Nama Penumpang & Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua
Ilustrasi - Pesawat Smart Air dengan tipe pesawat C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) yang melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.01 WIT. foto/Kemendhub

tirto.id - Pesawat Smart Air ditembak di Papua pada Rabu (11/9/2026). Pesawat bernomor PK-SNR itu ditembak orang tak dikenal di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Bagaimana kronologinya?

Insiden penembakan tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Polri Brigjen Faizal Ramdani. Dua pilot Smart Air dilaporkan tewas dalam insiden ini.

"Iya betul [ada korban jiwa]. Informasi awal seperti itu," katanya saat dikonfirmasi reporter Tirto pada Rabu (11/2/2026).

Faizal menurutkan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap terduga pelaku penembakan itu. Ia mengaku belum mendapat informasi kelompok sipil bersenjata mana yang terlibat dalam penembakan ini.

Sementara itu, menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito, insiden penembakan pesawat Smart Air oleh orang tak dikenal itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIT.

Ketika ditembak, pesawat tersebut tengah membawa 13 penumpang dan dikemudikan oleh dua orang kru. Kedua kru tersebut atas nama Capt. Egon E dan Capt. Baskoro.

Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel

Seturut penjelasan Cahyo Sukarnito, kronologi penembakan terjadi di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel. Kejadian berawal ketika pesawat Smart Air mendarat di bandara tersebut.

Semula, pesawat bernomor PK-SNR itu terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT. Sebanyak 13 penumpang dan dua orang kru ada di dalam pesawat itu.

Pesawat kemudian tiba di Bandara Koroway Batu pukul 11.05 WIT. Namun, sesaat setelah landing, pesawat tersebut ditembak oleh orang tak dikenal.

Pilot sedang memarkirkan pesawat di runway 16 di tengah tembakan yang terjadi. Setelah laju pesawat berhenti, lalu pilot, kopilot, dan seluruh penumpang keluar dari pesawat untuk melarikan diri ke arah hutan.

Pada pukul 11.30 WIT, pilot pesawat masih sempat menghubungi FOO Smart Aviation, Syarif, melalui Garmin. Pilot atas nama Egon Erawan melaporkan peristiwa penembakan dan langkah evakuasi yang dilakukan.

FOO Smart Aviation sempat menghubungi kembali sang pilot dua menit berselang, namun tak terjangkau.

Para penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke arah hutan. Namun, pilot dan kopilot tak berhasil mengevakuasi diri.

Kedua kru pesawat Smart Air bernomor PK-SNR itu tertangkap pelaku penembakan ketika melarikan diri di hutan. Baik pilot dan kopilot itu lalu dibawa kembali ke lapangan terbang.

Oleh pelaku, kedua kru tersebut ditembak hingga tewas. Jasad keduanya dibiarkan tergeletak di lapangan terbang.

Daftar Kru dan Penumpang Pesawat Smart Air PK-SNR

Menurut keterangan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Jhony Edison Isir, terdapat dua kru dan 13 penumpang dalam pesawat Smart Air yang ditembaki di Boven Digoel itu.

"Info lapangan semua penumpang dalam keadaan selamat, 13 penumpang termasuk satu balita," katanya kepada wartawan pada Rabu.

Dua kru yang mengoperasikan pesawat tersebut terdiri dari pilot atas nama Egon Erawan dan kopilot atas nama Baskoro. Keduanya jadi korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, 13 penumpang pesawat Smart Air itu terdiri dari:

  1. Yance Bemanop
  2. Limu Gurik
  3. Yanduk Kogoya
  4. Turis Magai
  5. Emira Wonda
  6. Anak Kimis
  7. Dualima Kogoya
  8. Imantinus Kahipka
  9. Irvan Kahipka
  10. Samuel Jitmau
  11. Pania Mialka
  12. Topius Kogoya
  13. Tialongga Kogoya

Baca juga artikel terkait PESAWAT SMART AIR atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar