tirto.id - Nama Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Norman Arie Prayogo, tengah menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran.
Norman ditetapkan sebagai tersangka bersama Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq. Penetapan tersebut dilakukan setelah keduanya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang yang diduga berkaitan dengan praktik suap senilai ratusan juta rupiah.
Selain Akhmad Sodiq dan Norman Arie Prayogo, KPK menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto serta tiga pihak swasta, yakni Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.
“Berdasarkan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan enam orang tersangka,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (21/8/2026) malam.
Profil Norman
Norman memiliki nama lengkap dan gelar Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU. Berdasarkan informasi dari situs resmi Unsoed, ia telah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sejak 2022.
Norman menempuh pendidikan sarjana dan magister di Universitas Jenderal Soedirman. Ia meraih gelar S1 di bidang Manajemen Sumberdaya Perairan dan melanjutkan pendidikan S2 di bidang Biologi. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil bidang Bioteknologi.
Dilansir dari Antara, Norman lahir di Banyumas pada 7 September 1982. Ia merupakan lulusan SMU Negeri 1 Purwokerto dan diterima di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed melalui jalur UMPTN pada 2000.
Semasa menjadi mahasiswa, Norman aktif dalam berbagai organisasi dan turut mendirikan Himpunan Mahasiswa Perikanan (HMP). Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Desember 2004, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Unsoed dan lulus dengan predikat cum laude pada 2008.
Perjalanan akademiknya berlanjut ketika Norman terpilih sebagai salah satu dari lima penerima beasiswa di bidang bioteknologi dan kedokteran untuk menempuh pendidikan doktoral di UGM. Beasiswa tersebut diberikan melalui Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.
Saat menempuh pendidikan doktoral, Norman juga mendapat kesempatan menjalani riset sandwich di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Pada 2012, ia meraih gelar doktor dengan predikat cum laude di bawah bimbingan Prof. Dr. Pudji Astuti, M.P., Prof. Murwantoko, dan Prof. Masashi Kawaichi.
Perjalanan Karier Akademik
Norman memulai karier sebagai dosen di Unsoed pada 2009 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dalam perjalanan kariernya, ia meniti jenjang akademik dari Asisten Ahli hingga mencapai jabatan Guru Besar.
Menurut pemberitaan Antara, Norman termasuk dalam 30 guru besar yang dilantik pada Februari 2025. Ia disebut menjadi profesor termuda dalam sejarah Unsoed.
Selain berkiprah sebagai akademisi, Norman juga menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kampus. Ia pernah menjadi Koordinator Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) pada 2015 serta Kepala Pusat Publikasi LPPM Unsoed pada 2019.
Pada 2022, Norman dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed. Jabatan tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu wakil rektor termuda dalam sejarah universitas.
Harga Kekayaan Norman
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang diakses Tirto melalui situs Unsoed, Norman tercatat menyampaikan laporan periodik 2025 pada 2 April 2026. Dalam laporan tersebut, total harta kekayaan Norman tercatat sebesar Rp1,75 miliar.
Porsi terbesar kekayaannya berasal dari tanah dan bangunan. Norman tercatat memiliki tanah dan bangunan di Banyumas dengan luas tanah 262 meter persegi dan bangunan 200 meter persegi, senilai Rp950 juta. Harta tersebut tercatat sebagai hasil sendiri.
Selain itu, Norman memiliki kas dan setara kas sebesar Rp500 juta serta alat transportasi dan mesin senilai Rp430 juta. Harta berupa kendaraan tersebut terdiri atas mobil Pajero Sport keluaran 2018 yang ditaksir senilai Rp250 juta dan Toyota Vellfire keluaran 2010 senilai Rp180 juta. Dengan adanya utang sebesar Rp130 juta, total harta bersih Norman dalam LHKPN tercatat sekitar Rp1,75 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Norman dalam LHKPN terbaru:
- Tanah dan bangunan: Rp950.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp430.000.000
- Kas dan setara kas: Rp500.000.000
- Utang: Rp130.000.000
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































