Menuju konten utama

Profil Bupati Rejang Lebong yang Kena OTT & Harta Kekayaannya

Profil Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari yang kena OTT KPK. Ia punya kekayaan Rp19,5 miliar, berikut ini rinciannya.

Profil Bupati Rejang Lebong yang Kena OTT & Harta Kekayaannya
Muhammad Fikri. ANTARA/Nur Muhammad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Muhammad Fikri Thobari, Bupati Rejang Lebong, Bengkulu pada awal Maret 2026. Penangkapan Fikri Thobari ini merupakan OTT KPK ke-8 tahun ini.

Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, yang menyatakan bahwa benar Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari diamankan dalam operasi tersebut.

Setelah penangkapan dilakukan, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum yang bersangkutan sesuai ketentuan dalam Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Profil Muhammad Fikri Thobari Bupati Rejang Lebong

Muhammad Fikri Thobari, SE., M.AP., merupakan Bupati Rejang Lebong untuk periode 2025–2029. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta.

Lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981, Fikri Thobari dikenal sebagai sosok yang memiliki latar belakang di bidang ekonomi, bisnis, dan administrasi publik.

Dalam masa kepemimpinannya di Kabupaten Rejang Lebong, ia membawa visi pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengembangan infrastruktur daerah, serta penguatan sektor ekonomi lokal, khususnya melalui investasi dan pengembangan kawasan permukiman.

Dari sisi pendidikan, Fikri menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 04 Nakau yang diselesaikan pada tahun 1992, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 02 Curup hingga lulus pada 1995, dan Madrasah Aliyah Negeri 2 Curup pada 1998.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2006. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Bengkulu dan meraih gelar Magister Administrasi Publik pada tahun 2023.

Sebelum terjun penuh ke dunia politik, Fikri memiliki pengalaman di sektor bisnis dan organisasi. Ia pernah menjadi pimpinan Koran Sehasen Jaya pada periode 2008–2010 serta menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Juvi Permata sejak 2008 dan kemudian menjadi Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group pada 2014.

Di bidang organisasi, ia pernah menjadi Sekretaris Business Development Service STIM AMKOP Palembang pada 2002–2004, Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong sejak 2014, serta Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Curup periode 2014–2016.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan DPD REI Provinsi Bengkulu periode 2016–2019. Karier organisasinya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Bengkulu sejak 2019, serta Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Permukiman di Dewan Pimpinan Pusat HIMPERRA untuk periode 2024–2028.

Selain itu, ia juga aktif di dunia politik sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2019 serta menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2021.

Harta Kekayaan Muhammad Fikri Thobari Bupati Rejang Lebong

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 19 Agustus 2024 saat masih berstatus calon kepala daerah, Muhammad Fikri Thobari melaporkan total kekayaan bersih sebesar sekitar Rp19,53 miliar.

Laporan tersebut disampaikan ketika ia mencalonkan diri sebagai Bupati di Kabupaten Rejang Lebong. Di dalamnya disebutkan bahwa total seluruh aset yang dimilikinya mencapai sekitar Rp32,47 miliar, namun setelah dikurangi utang sebesar Rp12,94 miliar, jumlah kekayaan bersihnya menjadi sekitar Rp19,53 miliar.

Sebagian besar kekayaan Fikri Thobari berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai total sekitar Rp14,6 miliar. Aset tersebut tersebar di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, serta Kota Bengkulu.

Di Kepahiang misalnya, ia tercatat memiliki sejumlah properti berupa rumah dan lahan dengan berbagai ukuran, mulai dari tanah seluas ratusan meter persegi hingga lahan yang mencapai lebih dari 13 ribu meter persegi.

Selain itu, ia juga memiliki beberapa rumah dan tanah di Rejang Lebong serta satu properti bernilai cukup besar di Kota Bengkulu dengan nilai sekitar Rp2,5 miliar. Seluruh aset properti tersebut dilaporkan sebagai hasil usaha atau kepemilikan sendiri.

Selain properti, Fikri Thobari juga memiliki aset kendaraan dengan nilai total sekitar Rp900 juta. Kendaraan tersebut terdiri dari dua mobil, yaitu Mitsubishi Eclipse Cross tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp350 juta, serta Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 dengan nilai sekitar Rp550 juta.

Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar sekitar Rp45 juta. Di samping itu, dalam laporan tersebut juga tercantum kas dan setara kas yang cukup besar, yaitu sekitar Rp7,23 miliar, serta kategori harta lainnya yang mencapai sekitar Rp9,7 miliar.

Di sisi lain, Fikri Thobari juga melaporkan memiliki utang sebesar sekitar Rp12,94 miliar. Setelah seluruh aset dikurangi dengan jumlah utang tersebut, total kekayaan bersih yang tercatat dalam LHKPN miliknya mencapai sekitar Rp19,53 miliar.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra