tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan United Company Rusal—raksasa aluminium asal Rusia—bakal berinvestasi dalam jumlah besar ke Indonesia. Menurut Prabowo, perusahaan tersebut akan mengembangkan pabrik pengolahan aluminium bersama kelompok usaha Indonesia.
“Kami bekerja sama dengan entitas aluminium terbesar di dunia, Rusal. Rusal datang secara besar-besaran ke Indonesia, mengembangkan kilang bersama dengan grup-grup Indonesia,” ungkapnya dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, seperti yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).
Sebagai informasi, Rusal merupakan salah satu perusahaan aluminium besar dunia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah membuka ruang kerja sama dengan perusahaan tersebut, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung kebutuhan industri
Masuknya Rusal ke Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas hilirisasi sumber daya mineral. Sebab, menurut Prabowo, kerja sama Indonesia dan Rusia tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga mulai diarahkan ke sektor pengolahan dan pertambangan.
Karena itu, Prabowo menilai kerja sama dengan Rusia memiliki ruang yang besar—tidak hanya dalam perdagangan komoditas, tetapi juga melalui investasi dan pembangunan industri bersama.
“Jadi, kami masih menantikan lebih banyak lagi kerja sama bersama Rusia-Indonesia,” sambungnya.
Selain membuka kerja sama di bidang pertambangan, Indonesia juga membuka peluang untuk Rusia dalam bidang eksplorasi minyak dan gas. Dalam forum tersebut, dia menawarkan 138 blok minyak dan gas (migas) untuk dieksplorasi menggunakan teknologi yang mereka miliki.
“Kami baru saja memberikan informasi kepada mitra Rusia kami, bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi. Dan kami mengundang grup-grup Rusia, korporasi Rusia dengan teknologi yang mereka miliki di 138 blok ini,” katanya.
Informasi mengenai penawaran ratusan blok migas tersebut sudah disampaikan kepada para mitra Rusia, pembicaraan pun dinilai sudah berjalan dengan baik. Namun, Prabowo berharap kerja sama tidak hanya ditujukan untuk peningkatan pasokan energi saja, melainkan juga untuk memanfaatkan teknologi dan investasi bersama.
Tidak hanya membuka kerja sama terhadap eksplorasi 138 blok migas, Prabowo juga mengatakan kepada Rusia bahwa Indonesia membutuhkan teknologi Moskow untuk untuk mengembangkan proyek energi bersama, utamanya gas alam cair atau LNG.
“Kita punya diskusi tentang kerja sama dengan grup-grup Rusia untuk mengembangkan proyek bersama, kilang, terminal penyimpanan di bidang energi,” sambungnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































