Prabowo Sebut Banyak BUMN Dirampok: Mana Buktinya? Ndasmu!

Reporter: Dipna Videlia Putsanra - 8 Apr 2019 16:46 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Prabowo menyebut banyak BUMN yang dirampok, tapi tidak ada tindak lanjut. Hal itu ia katakan saat melakukan kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta.
tirto.id -
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan muak dengan kebohongan dan ulah "elite di Jakarta".

Ia menyebut banyak BUMN yang dirampok, tapi tidak ada tindak lanjut. Hal itu ia katakan saat melakukan kampanye di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada Senin (8/4/2019).

"Itu TV datang ke sini bukan untuk meliput, dia nunggu saya salah bicara. Saya tidak takut karena saya tidak salah bicara, saya bicara apa yang ada di hati saya, saya muak, muak dengan ulah elite yang jahat di Jakarta itu, selalu bohong, bohong, bohong, bohong pada rakyat, BUMN kebanggaan kita, BUMN milik rakyat kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok," katanya.

Prabowo melanjutkan, jika ia berbicara seperti itu, nanti akan ditanya "mana buktinya?". Ia pun memastikan buktinya ada di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Nanti mereka tanya, 'mana buktinya', 'mana buktinya', Bung buktinya ada segudang, ada di BPK. BPK menemukan ada ribuan, belasan ribu temuan, tidak ada tindak lanjut. 'Mana buktinya?' Ndasmu!" kata Prabowo.

Ia pun bertanya pada para pendukungnya apakah masih mau dibohongi yang langsung dijawab "tidak" oleh massa yang berkumpul di Kridosono.

Prabowo juga menegaskan para tentara dan polisi yang masih aktif untuk tidak membela "antek asing" dan tidak mengabdi pada segelintir orang.

"Hai adik-adikku, kau yang ada di tentara, di polisi yang masih aktif, ingat kau tentara rakyat, polisi rakyat, kau tidak boleh mengabdi segelintir orang, apalagi kau membela antek-antek asing, apalagi kau bela-bela antek asing!" kata Prabowo, menegaskan.

Kampanye terbuka yang digelar di Kridosono ini juga dihadiri sejumlah politikus, seperti Titiek Soeharto, Roy Suryo, Adhyaksa Dault, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Rachmawati Soekarnoputri, Bibit Waluyo, dan Djoko Santoso.

Sebelum melaksanakan kampanye di Kridosono, Prabowo mengunjungi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan sekitar pukul 12.00 WIB.

Prabowo menyatakan, ia mengunjungi Sri Sultan untuk "sowan" karena Prabowo sedang mengunjungi daerah kekuasaan Sultan. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengatakan ia dan Sultan membicarakan soal NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan kemandirian bangsa.

Dalam bahasa Jawa kata ndasmu berarti kepalamu, yang biasa digunakan sebagai umpatan untuk menyatakan ketidaksetujuan terhadap suatu pernyataan.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Politik)

Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight