Menuju konten utama

Prabowo Protes ke Hashim, Progres Program 3 Juta Rumah Lambat

Hashim menjelaskan bahwa lambatnya progres pembangunan 3 juta rumah rakyat dipengaruhi persoalan birokrasi di Kementerian PKP.

Prabowo Protes ke Hashim, Progres Program 3 Juta Rumah Lambat
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melayangkan protes kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, karena menilai pembangunan program 3 juta rumah berjalan lambat. Hal itu diungkapkan Hashim dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah.

Hashim mengatakan protes tersebut disampaikan Prabowo saat keduanya bertemu pada pekan lalu.

“Beberapa minggu lalu saya ketemu Presiden, bicara mengenai program ini, program, (dia) tanya … ‘Kenapa kok program perumahan agak lambat? Terkesannya lambat.’ Kesan di pemikiran Presiden,” kisahnya, di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hashim mengaku berterus terang kepada Prabowo. Ia menjelaskan bahwa lambatnya progres pembangunan 3 juta rumah rakyat dipengaruhi persoalan birokrasi di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

“Saya jelaskan terus terang saja ada masalah birokrasi, Kementerian Perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun dan sebagainya, sebagainya,” terangnya.

Meski demikian, Hashim mengatakan Presiden tetap menginginkan agar realisasi program tersebut dapat dipercepat.

“Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat, cepat,” lanjut Hashim.

Di sisi lain, rencana pembangunan hunian vertikal di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dinilai dapat membantu mempercepat realisasi program 3 juta rumah. Selain mendorong percepatan pembangunan, proyek ini juga diharapkan menunjukkan bahwa hunian layak tidak hanya dapat diakses oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

Melalui program tersebut, masyarakat berpendapatan rendah (MBR) juga diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh hunian yang layak.

“Saya kira Pak Menko (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono) tadi sebutkan, ada kesan bahwa yang dapat perumahan ini kelas menengah ke atas. Tapi sesungguhnya yang membutuhkan bukan hanya kelas menengah ke atas tapi juga yang di bawah kelas menengah. Maka satgas perumahan dibentuk 2 tahun lalu agar supaya mempercepat proses ini,” jelas Hashim.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana