Menuju konten utama

Prabowo Akui Punya Data Intel Pendana Pengamat yang Kritik Rezim

Prabowo akan segera menertibkan para pengamat yang dinilai kerap menyebarkan narasi kecemasan kepada masyarakat.

Prabowo Akui Punya Data Intel Pendana Pengamat yang Kritik Rezim
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan memiliki data intelijen mengenai identitas dan pihak yang mendanai pengamat yang kerap mengkritik pemerintah. Ia menyatakan akan segera menertibkan para pengamat yang dinilai kerap menyebarkan narasi kecemasan kepada masyarakat.

"Saya juga punya data-data intelijen ya, kan. Kalau dulu, kan, saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari dapat laporan intel ya, kan. Jadi, saya mengertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua," ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Prabowo menyentil pengamat yang kerap mengkritik dan tidak menyukai keberhasilan pemerintah. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki berbagai motivasi, termasuk merasa dirugikan oleh kebijakan yang dibuat pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah saat ini masih mengedepankan pendekatan persuasif dan berbasis bukti.

"Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based. Dengan bukti, rakyat kita akan mengerti," jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku heran dengan motif pengamat yang justru membangun narasi negatif di tengah upaya pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak menjadi masalah, namun ia menyoroti perlunya kekompakan nasional pasca-pemilu.

"Jadi pengamat-pengamat, menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa karena kita satu negara kan satu kapal," tuturnya.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama