tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menilai iklan yang terpasang di spanduk maupun baliho di banyak daerah sudah terlalu banyak. Karena itu, dia meminta pemerintah daerah (pemda) untuk menertibkan spanduk dan baliho iklan yang bertebaran di pinggir jalan.
Instruksi ini Prabowo sampaikan untuk mewujudkan Indonesia ASRI; aman, sehat, resik, indah. Itu adalah gerakan yang bakal diluncurkan tidak lama lagi.
“Dalam rangka Indonesia ASRI, terus terang saja saya minta kepada pemerintah [daerah] tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk. [Itu] terlalu hanyak. Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin, hampir enggak berbeda. Kalau saya naik ke Hambalang, [di sepanjang jalan bertebaran] spanduk, spanduk, spanduk. Ayam goreng pesen satu dapat 1 free. Kenapa harus besar-besar sih?” kata Prabowo di hadapan para kepala daerah yang hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/1/2026).
Prabowo pun menyoroti perubahan di Bogor yang disebutnya pernah menyandang gelar sebagai kota paling indah di Indonesia. Menurutnya, kondisi kota kesukaan Presiden Sukarno telah banyak berubah karena pemasangan spanduk dan baliho iklan yang masif.
“Turis datang enggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada Jakarta. ‘Dari dulu, aku [Sukarno] pengen tinggal di Bogor.’ Akhirnya, jadi presiden ya [Sukarno] tinggal di Bogor. Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk baliho iklan, tolong ditertibkan!” tegas Prabowo.
Dalam menertibkan iklan ini, Prabowo pun meminta pemda berbicara dengan para pengusaha, baik yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), maupun asosiasi pengusaha lainnya. Dalam mempromosikan suatu produk, dia berharap pengusaha jangan terlalu mementingkan gimmick.
“Ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. You bikinlah iklan jangan terlalu (gimmick spanduk terpampang). Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat Kentucky Fried Chicken besar-besar atau McDonalds,” kata Prabowo.
Prabowo pun menegaskan pihaknya tidak melarang orang untuk membuka usaha. Namun, pemilik usaha diharapkannya dapat mengondisikan iklannya saat memulai bisnis.
“Jalan-jalan protokol ditertibkanlah. Ajak [pemilik usaha] bicara baik-baik. Kalau kau mau buka bengkel, bukalah, tapi depannya yang sopan. Ini untuk kita semua,” pungkasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






























