tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan korban ledakan SMAN 72 Jakarta agar diprioritaskan. Pemerintah Pusat juga menyampaikan duka atas adanya insiden tersebut.
"Merupakan keprihatinan kita kembali terjadi hal yang tidak kita inginkan. Beliau [Prabowo] tadi, pertama bereaksi untuk prioritas ke korban, penanganan korban," katanya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Prasetyo mengatakan, Prabowo mengingatkan bahwa ledakan SMA 72 Jakarta menjadi pengingat agar semua pihak lebih mewaspadai lingkungan masing-masing. Semua pihak diminta saling peduli satu sama lain.
Jika ada hal yang mencurigakan, Prasetyo mengajak publik untuk lebih cepat menaruh perhatian, terutama di lingkungan sekolah atau fasilitas pendidikan lain.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa ini menjadi peringatan untuk kita semua bahwa marilah kita sekali lagi saling waspada, saling peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sekitar kita," sebut Prasetyo.
"Jika ada hal-hal yang dirasa mencurigakan atau ada hal-hal yang mungkin berpotensi untuk hal-hal yang tidak baik untuk kita, semakin peduli baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah," lanjut dia.
Prasetyo mengonfirmasi Prabowo belum berencana mengunjungi korban ledakan SMA 72 Jakarta pada Jumat ini.
"Belum [ada rencana untuk mengunjungi]," katanya.
Dalam peristiwa ini, total korban mencapai 54 orang. Terdapat 24 korban yang dilarikan ke RS Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kemudian, enam di antaranya mengalami luka parah.
Ada juga 15 orang yang dilarikan ke Puskesmas Kelapa Gading. Seluruhnya merupakan murid dari SMAN 72 Jakarta Utara. Sedangkan, korban yang dilakukan perawatan di RS Yarsi belum diketahui identitasnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































