tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Perum Bulog untuk melipatgandakan penyaluran bantuan pangan darurat ke wilayah-wilayah di Sumatra yang terdampak bencana. Arahan tersebut menargetkan peningkatan tiga kali lipat dari kebutuhan yang diajukan masing-masing daerah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa total bantuan yang telah disalurkan hingga Jumat (2/1/2026) mencapai 14.227 ton. Namun, sesuai instruksi Presiden dan Menteri Pertanian, jumlah tersebut akan ditingkatkan secara signifikan.
"Kami sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo) dan Bapak Menteri Pertanian, kita perintahnya untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten kota," ujar Rizal konferensi pers kinerja Bulog 2025, Jumat (2/1/2025).
Sebagai contoh, ia menyebutkan Kabupaten Bener Meriah yang awalnya meminta tambahan 1.000 ton, akan distok menjadi 3.000 ton. "Ini supaya menjamin masing-masing kabupaten kota itu tidak kekurangan," tambahnya.
Namun, Rizal menyatakan ketersediaan stok di tingkat provinsi saat ini cukup memadai. Di Aceh, dari total 8.670 ton yang telah dikirim, masih tersedia stok gudang sebanyak 75.000 ton.
Sementara di Sumatera Utara, penyaluran 4.482 ton didukung stok 25.781 ton, dan di Sumatera Barat, dari 1.069 ton yang dikirim, tersisa stok 8.527 ton.
"Teman-teman media maupun saudara-saudara kita di Aceh tidak perlu bimbang dan ragu lagi karena stoknya cukup banyak," tegas Rizal.
Untuk mengatasi kendala distribusi di daerah yang tidak memiliki gudang, seperti di Bener Meriah dan Aceh Tamiang, Bulog melakukan penyaluran dari gudang terdekat dan memanfaatkan fasilitas sementara, seperti gelanggang olahraga (GOR).
Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat segera didistribusikan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































