tirto.id - Sebanyak 70.000 hektare lahan sawah di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang terjadi pada November tahun lalu.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kondisi ini mengganggu program serapan beras pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan lahan seluas itu teridentifikasi berdasarkan hasil peninjauan langsung mendampingi Menteri Pertanian.
"Lahan-lahan pertanian, diperkirakan ada sekitar 70 ribu hektare (terdampak)," kata Rizal dalam media briefing, Jumat (2/1/2026).
Dia mengakui adanya dampak signifikan dari kerusakan ini terhadap stok beras nasional. Luasnya area yang terdampak berpotensi mengurangi jumlah beras yang dapat diserap Bulog dari tiga daerah di Pulau Sumatra tersebut.
"Karena luasannya juga lumayan cukup banyak, 70 ribu hektare ini otomatis akan berdampak pada hasil masing-masing provinsi maupun kabupaten daerah untuk diserap menjadi beras kami," ujarnya.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian disebut akan segera melakukan perbaikan. Rizal menyatakan harapannya agar lahan-lahan tersebut dapat segera beroperasi kembali.
"Kami berharap ini akan segera pulih dalam waktu dekat. Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa sekitar 15.000 hingga 20.000 hektare lahan sawah mengalami puso atau gagal panen total dari 70.000 hektare lahan yang terdampak.
“Nah yang puso itu kan sekitar 15-20 ribu hektare. Nah yang puso itu, yang 15-20 ribu hektare itulah kemudian nanti pemerintah datang,” kata Sudaryono di Kompleks Kementan, Rabu (31/12/2025).
Dia menjelaskan, Kementerian Pertanian mencatat total areal pertanian yang terdampak bencana mencapai sekitar 70.000 hektare. Namun, ia menekankan bahwa terdampak tidak selalu berarti gagal panen.
Sebagian besar areal lainnya masih berpotensi diselamatkan meski mengalami kerusakan akses jalan atau genangan air.
“Nah kalau yang terdampak yang lain itu kan misalnya 70 ribu sisanya bagaimana? Terdampak itu misalnya dia akses jalannya putus, atau kemudian dia kerendam tapi tanamannya tidak mati. Itu namanya terdampak. Tapi kemudian tidak puso. Kalau puso itu gagal panen namanya,” jelasnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































