tirto.id - Aksi penjarahan gudang Bulog ketika bantuan tak kunjung tiba untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatra Utara, menyebabkan empat orang warga tewas pada Sabtu (29/11/2025).
Informasi ini disampaikan oleh warga Kelurahan Pandan Wangi. Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Lodewik F.S. Marpaung. Menurut Lodewik, korban tewas lantaran berdesak-desakan dan tertimpa beras.
“Empat orang sudah tewas saat penjarahan kemarin. Ada yang masih dirawat di rumah sakit juga. Ini semua swalayan juga sudah dijarah, makanya yang punya toko-toko kecil di sini jadi khawatir akan kena, kondisi kami sudah sangat mencekam,” kata Lodewik kepada kontributor Tirto, Senin (1/12/2025).
Menurut warga lainnya, Damai Mendrofa, bantuan pemerintah sampai saat ini belum merata. Selain itu, informasi keberadaan posko juga sulit diakses. Banyak warga, khususnya yang berada di kawasan perbukitan, kini masih terisolasi. Mereka membutuhkan makan dan air bersih.
Menurut Damai, bantuan yang datang saat ini cenderung difokuskan di posko pengungsian. Sedangkan banyak warga yang belum bisa menjangkaunya lantaran terisolasi.
Damai khawatir kondisi tersebut membuat angka kriminalitas naik dan penjarahan akan terus terjadi.
“Kondisinya sekarang listriknya padam, sinyal tidak stabil dan angka kriminalitas berpeluang meningkat, penjarahan terus terjadi. Masyarakat ini banyak yang masih terisolasi, tidak bisa diharapkan untuk datang ke posko-posko bantuan, kecuali para pengungsi,” ujar Damai.
Hingga laporan ini diturunkan, Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, belum dapat dimintai keterangan perihal empat warga yang tewas saat penjarahan terjadi di gudang Bulog beberapa hari lalu.
Sementara itu, data teranyar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara pada Senin (1/12/2025) mencatat korban meninggal dunia di provinsi ini telah mencapai 240 orang dan 182 lainnya hilang.
Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni 82 orang. Kemudian 50 orang di Kabupaten Tapanuli Selatan, 47 orang di Kota Sibolga, 31 orang di Kabupaten Tapanuli Utara, dan 16 orang di Kabupaten Deli Serdang, 8 orang di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Selanjutnya 2 orang di Kabupaten Langkat, 2 orang di Kabupaten Pakpak Bharat, 1 orang di Kabupaten Nias dan 1 orang di Kota Padangsidimpuan.
Selain itu, terdapat 614 orang yang mengalami luka dan 73.199 jiwa mengungsi.
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































