Menuju konten utama

BMKG Soal Sebab Banjir & Longsor Sumatra: Curah Hujan Ekstrem

Tanah di wilayah setempat tidak memiliki kemampuan untuk menahan guyuran hujan semasif itu.

BMKG Soal Sebab Banjir & Longsor Sumatra: Curah Hujan Ekstrem
RDP Kepala Basarnas dan Kepala BMKG dengan Komisi V DPR RI, Senin (1/12/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa penyebab banjir bandang hingga longsor Sumatra adalah kemunculan fenomena Siklon Tropis Senyar di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Siklon Tropis Senyar itu membuat intensitas hujan di wilayah tersebut sangat deras.

“Tertangkap curah hujan pada 25 November, 26 November, hingga 27 November itu sampai hitam warnanya. Itu sangat ekstrem. Bahkan tertinggi ada yang 411 mm per hari di Kabupaten Bireuen,” ungkap Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Bahkan, dia menyebut volume curah hujan sebesar itu seolah mencakup hujan dalam satu bulan yang ditumpahkan dalam sehari.

“Ini bahkan lebih tinggi dari hujan bulanan di sana, mungkin 1,5 bulan ya. Jadi, ini [curah hujan bulanan] tumpah dalam satu hari dan bayangkan itu terjadi selama 3 hari,” kata Faisal.

Sayangnya, tanah di wilayah setempat tidak memiliki kemampuan untuk menahan guyuran hujan semasif itu. Maka bencana hidrometeorologi yang besar itu tak terelakkan.

“Yang menyebabkan bencana hidrometeorologi memang sangat masif terjadi karena tanah tidak mampu menahan tumpahan air hujan yang demikian banyak hingga terjadilah banjir bandang dan longsor,” kata Faisal.

Faisal juga mengatakan BMKG dan Basarnas mendapatkan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bersiaga menghadapi fenomena siklon tropis di masa mendatang.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, menyampaikan perkembangan terbaru terkait jumlah korban terdampak bencana banjir di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), hingga Aceh.

Syafi’i membeberkan bahwa total korban terdampak bencana banjir Sumatra adalah 33.620 orang. Dari total tersebut, sebanyak 447 orang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan 399 orang masih dinyatakan hilang.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi