tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta dirinya bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mencari solusi menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tidak membebani masyarakat di tengah tekanan krisis global.
Hal tersebut disampaikan Bahlil untuk memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana atau keputusan untuk menaikkan harga BBM maupun LPG bersubsidi dari pemerintah.
“Untuk subsidi, sampai dengan semalam, arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat. Jadi untuk subsidi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik. Sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya.,” ujar Bahlil usai melakukan peninjauan kesiapan sektor energi menjelang arus balik Lebaran, yang disiarkan melalui YouTube Kementerian ESDM, Jumat (27/3/2026).
Bahlil menyebut, pemerintah saat ini terus berkoordinasi lintas kementerian untuk memastikan ketersediaan energi, sekaligus merespons dinamika yang terjadi akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sejauh ini pasokan maupun distribusi BBM, baik bensin maupun solar, serta LPG dipastikan dalam kondisi aman. “Alhamdulillah kami dapat melaporkan bahwa atas kerja sama tim dan masyarakat, sektor ESDM mulai dari 10 hari sebelum hari raya sampai sekarang berjalan baik,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik global sulit diprediksi, sehingga pemerintah harus mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk gangguan pasokan energi.
Pemerintah sendiri telah mulai melakukan diversifikasi sumber impor minyak, terutama untuk menggantikan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah Indonesia yang sebelumnya berasal dari negara di sekitar Selat Hormuz.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan produksi dalam negeri. Untuk BBM jenis solar, Bahlil memastikan Indonesia tidak lagi melakukan impor, sementara untuk bensin sekitar 50 persen masih bergantung pada impor.
Adapun untuk LPG, Indonesia masih mengimpor sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.
"Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga, sebagian sebagian negara di Asia sudah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara," tuturnya.
Di sisi lain, Bahlil menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas energi dengan menggunakan BBM secara bijak dan menghindari praktik penimbunan maupun panic buying.
“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong kita memakai energi dengan bijak. Tidak perlu ada panic buying, pakailah secukupnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar SPBU tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri atau praktik penimbunan oleh oknum tertentu. Pemerintah, kata dia, akan terus memantau kondisi di lapangan.
Menurut Bahlil, cadangan minyak nasional saat ini berada pada kisaran standar minimum, yakni sekitar 21 hingga 28 hari, dengan mekanisme pasokan yang terus bergerak seiring distribusi dan impor.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, rakyat pun tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus sama-sama mengawal negara kita,” katanya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































