tirto.id - Golkar menegaskan tidak ada perselisihan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yang juga Ketua Umum Partai, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Belakangan, ketegangan antara keduanya kian menjadi perbincangan setelah ada perbedaan data lifting minyak.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, memastikan isu ketegangan tersebut tidak benar dan hanya hasil framing dari sejumlah pihak.
“Oh nggak ada. Itu nggak ada, enggak ada sama sekali memanas. Saya pastikan nggak ada. Bahwa ada yang mem-framing, iya. Tapi yang memanas nggak ada,” kata Sarmuji kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, substansi yang disampaikan kedua pihak sebenarnya tidak bertentangan. Sarmuji menyebut ada sisi kebenaran dari masing-masing pernyataan.
“Yang disampaikan Pak Purbaya ada sisi benarnya. Tapi yang meragukan datanya Pak Bahlil pasti jelas salahnya. Karena data itu dengan mudah bisa kita dapatkan kok,” ujarnya.
Sarmuji menjelaskan, data lifting minyak merupakan akumulasi dari seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sehingga kecil kemungkinan terjadi kesalahan.
“Kalau di-total saja jumlah lifting itu hanya total dari seluruh KKKS saja, jadi pasti benar gitu. Nggak mungkin salah kecuali kalkulatornya rusak ya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pernyataan Purbaya soal pentingnya investasi untuk meningkatkan lifting sejalan dengan pandangan Bahlil. “Tapi yang disampaikan Pak Purbaya benar, lifting itu kalau mau naik ya harus ada investasi. Kan itu Pak Bahlil juga hal yang sama,” ucapnya.
Sarmuji menilai narasi yang berkembang, yang menggambarkan ada benturan antara keduanya, tidak berdasar. Dengan demikian, dia memastikan hubungan internal antar kedua Menteri Kabinet Merah Putih tetap kondusif.
“Cuman ada yang mem-framing seolah-olah membenturkan antara Pak Purbaya dengan Pak Bahlil. Padahal tidak ada sama sekali perbedaan yang mencolok antara apa yang disampaikan Pak Purbaya dengan Pak Bahlil. Tidak ada pertengkaran,” tegasnya.
Dia juga menambahkan Bahlil adalah sosok yang damai. “Damai-damai saja. Pak Bahlil orangnya damai-damai saja. Santai-santai saja,” tutupnya.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id
























