Menuju konten utama

Golkar Dorong Koalisi Permanen Prabowo hingga 2029

Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan sudah ada beberapa partai politik lain yang turut menyetujui adanya koalisi permanen.

Golkar Dorong Koalisi Permanen Prabowo hingga 2029
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji di Gedung DPR RI, Jakarta, Jum’at (13/2/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengungkapkan bahwa partainya tengah serius mendorong terbentuknya koalisi permanen untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029 mendatang. Sarmuji menyebut Partai Gerindra menjadi salah satu partai yang menyambut baik gagasan tersebut.

Hal ini disampaikan Sarmuji usai acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun Fraksi Partai Golkar ke-58. Menurutnya, komunikasi secara informal antar-fraksi mengenai stabilitas koalisi sudah mulai dilakukan.

“Kalau bicara antar fraksi mungkin secara obrolan sudah. Kepada Gerindra sudah pasti kita pernah bicarakan tentang pentingnya koalisi permanen,” ujar Sarmuji kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jum’at (13/2/2026).

Sarmuji menjelaskan bahwa ide koalisi permanen ini muncul dari kesadaran bahwa perjalanan politik dalam lima tahun ke depan akan penuh dengan tantangan dan kebijakan yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang tidak hanya kuat di saat senang, tetapi juga solid di saat sulit.

“Koalisi permanen itu penting karena sebagai sebuah rentetan waktu jalan politik mulai sekarang sampai 2029 dan seterusnya, itu pasti tidak mulus. Pasti ada kebijakan-kebijakan yang harus diambil yang kadang-kadang seperti sebuah dilema,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam posisi yang dilematis terutama saat pemerintah harus memilih antara kebijakan yang penting namun tidak populer di mata publik, partai koalisi harus tetap berada dalam barisan yang sama.

“Dalam posisi yang semacam itu, perlu koalisi yang kuat ya. Tidak hanya semata-mata pada waktu suka, tetapi kadang-kadang dalam keadaan duka sekalipun, dalam keadaan yang barangkali masih memerlukan dukungan, Golkar tidak akan pernah lari dari kesepakatan koalisi. Jadi kita dorong koalisi permanen,” jelas Sarmuji.

Selain Gerindra, Sarmuji juga mengatakan sudah ada beberapa partai politik yang turut menyetujui adanya koalisi permanen.

“Ah, sudah ditebak, sudah bisa ditebak-tebak ya. Ada beberapa partai lain yang sebenarnya mulai menunjukkan tanda-tanda setuju tentang koalisi permanen,” ungkapnya.

Sarmuji menambahkan, posisi Golkar di dalam barisan Prabowo-Gibran sudah sangat jelas, yakni sebagai partai pengawal yang akan memastikan setiap program pemerintah sukses melalui fungsi-fungsi di DPR RI.

“Kita ingin menegaskan posisi Partai Golkar di dalam koalisi adalah mengawal, mendukung, dan mensukseskan program Presiden Pak Prabowo Subianto untuk bisa terwujud melalui kerja-kerja di parlemen,” ucap Sarmuji.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengumumkan salah satu poin pernyataan politik yang dihasilkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I 2025 Partai Golkar, yakni mendorong dibentuknya koalisi partai politik permanen, dengan berlandaskan kepentingan ideologis dan strategis.

Koalisi permanen disebutnya tidak hanya berorientasi untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres), tetapi juga untuk membangun kerja sama politik guna memastikan kebijakan strategis pemerintah mendapatkan dukungan politik.

“Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan,” kata Bahlil dalam keterangan pers resminya pada Minggu (21/12/2025).

Baca juga artikel terkait GOLKAR atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty