tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sudah berjalan, meski Presiden Prabowo Subianto belum menyerahkan Daftar Isian Penyelenggaraan Anggaran alias DIPA dan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang rincian APBN 2026.
Dengan demikian, Kementerian/Lembaga (K/L) sudah dapat merealisasikan belanja sesuai dengan yang telah dialokasikan sebelumnya.
Menurutnya, belanja K/L tetap bisa terlaksana karena pada dasarnya penyerahan DIPA hanya merupakan acara seremonial yang menandakan dimulainya APBN 2026.
"Tetap jalan (APBN 2026). (DIPA) itu kan cuma ini aja ... cuma seremonial, tapi teknikal jalan semua. Mereka sudah bisa gunakan anggaran semua," kata Purbaya kepada awak media, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Meski begitu, tak seluruh anggaran yang telah dialokasikan dapat dicairkan sekaligus, melainkan hanya dana yang sesuai dengan kebutuhan K/L.
"Sesuai dengan kebutuhan, kan, nggak semuanya cair. Yang ditarik, cair gitu. Tapi nggak ada hambatan," sambung Purbaya.
Sebagai informasi, penyerahan DIPA yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025 belum juga terlaksana sampai sekarang karena berbenturan dengan jadwal Prabowo. Karena itu, Purbaya masih menunggu jadwal anyar orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk dapat menyerahkan DIPA 2026.
"Kan ini upacaranya saja, nanti kita tunggu kapan istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat. Memang mundur kan seremoninya, tapi yang lain jalan," kata Purbaya, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).
"Nanti kita lihat. Kemarin sih diagendakan harusnya hari ini, tapi diundur. Tapi bukan berarti anggaran terganggu diundur, kan itu seremoni aja," lanjutnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































