Menuju konten utama

Prabowo: Baru 6 Bulan Menjabat, Produksi Pangan Lampaui Target

Prabowo klaim cadangan pangan berupa beras serta jagung di gudang pemerintah juga melimpah.

Prabowo: Baru 6 Bulan Menjabat, Produksi Pangan Lampaui Target
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat pembukaan Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-49 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (21/5/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memamerkan kinerja enam bulan masa pemerintahannya saat menghadiri Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) Tahun 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/5/2025). Ia mengklaim meski dalam kurun waktu tersebut, produksi pangan RI telah melebihi target yang ditentukan.

"Baru saja kita melewati enam bulan pemerintahan kita, tetapi produksi pangan kita sudah melampaui target dan perkiraan kita sendiri," tuturnya.

Prabowo menyatakan, cadangan pangan berupa beras serta jagung di gudang pemerintah juga melimpah. Dua cadangan pangan itu disebut menjadi yang paling besar sejak Indonesia terbentuk.

Karena itu, ia mengaku pemerintah pusat merasa khawatir karena gudang yang tersedia saat ini tidak cukup untuk menampung cadangan beras dan jagung. Untuk mengatasi hal itu, Prabowo meminta agar mendirikan gudang baru.

"Cadangan beras dan jagung yang ada di gudang pemerintah adalah terbesar dalam sejarah Republik Indonesia," kata dia.

"Bahkan beberapa saat yang lalu, kita khawatir tidak cukup gudang untuk menampung produksi tersebut sehingga saya perintahkan untuk membangun gudang-gudang improvisasi," sambungnya.

Prabowo sebelumnya memang sempat menginstruksikan pembangunan 25.000 gudang improvisasi berbahan tahan lama di berbagai wilayah. Gudang-gudang ini dirancang untuk bertahan 5-10 tahun, sambil menunggu pembangunan gudang permanen di setiap desa.

Diketahui, hingga per 13 Mei 2025 pukul 11.03 WIB, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tembus 3.701.006 ton, menandai rekor tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969. Indonesia bahkan mampu menghentikan impor sejak 2025.

Padahal, pada 2024, Indonesia masih mengimpor besar-besaran hingga 4,5 juta ton akibat dampak El Niño yang menekan produksi padi hingga berkurang 760 ribu ton.

Baca juga artikel terkait CADANGAN PANGAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra