tirto.id - Polri mengakui bahwa ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan saat patroli dalam tindakan yang dilakukan Bripda Mesias Siahaya, anggota Brimob yang terlibat insiden maut di Tual kepada anak AT dan NK.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Jhonny Edison Isir, mengemukakan, pada dasarnya patroli rutin kewilayahan memang hanya untuk membubarkan kerumunan. Dia pun mengakui tindakan Bripda Mesias Siahaya adalah sebuah kesalahan dan pelanggaran SOP.
“Memang kemudian kehadiran personel patroli kemudian kalau bisa kumpulan masyarakat itu mencair, itu sudah cukup. Namun tadi, ada tindakan-tindakan termasuk yang sekarang dalam proses tindakan yaitu Bripda MS yang dinilai kemudian berlebihan," ucap Jhonny dalam konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Sebagai catatan, kejadian di Tual berawal ketika tim patroli Batalyon Brimob melakukan perbantuan keamanan di wilayah Polres Tual untuk mengantisipasi balap liar maupun kerumunan massa pada dini hari hingga pukul 06.00 WIT pagi.
Menurut dia, kekerasan yang dilakukan Bripad Mesias kepada anak AT dan NK ini memang dilakukan saat korban melintas dengan menggunakan motor. Namun, petugas sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya kegiatan yang meresahkan.
Jhonny menerangkan, pelibatan anggota Brimob dalam patroli rutin kewilayahan sendiri sifatnya perbantuan. Kendati demikian, kendali tetap dipegang oleh ketua tim patroli.
"Ada berbagai pertimbangan bagian diskresi dalam ikatan tim yang harusnya dipimpin oleh Katim patroli di tingkat taktis. Karena kemudian ketika jadwal patroli berakhir yaitu pada jam 6," ungkap Jhonny.
Disampaikan Jhonny, tugas angota yang melakukan patroli dengan perbantuan Brimob tetap untuk mencegah kejahatan jalanan. Ketika ada kerumunan yang diduga akan balap liar pun, anggota patroli hanya berupaya membubarkan atau memperlambat laju kendaraan ketika sudah ada kebut-kebutan.
"Khusus untuk konteks pelibatan kawan-kawan Brimob Polri yang mem-backup satuan kewilayahan apakah Polres kemudian satker yang ada di Polda dengan karakteristik wilayah Indonesia khususnya seperti kami ketika bertugas di wilayah timur Indonesia, ini adalah hal yang sangat membantu," ujar dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































