Menuju konten utama

Polres Metro Bekasi Selidiki Kebakaran di SPBE Cimuning

Budi mengatakan, terdapat 13 warga yang mengalami luka bakar dan dampak kerusakan juga terjadi di sekitar pemukiman warga.

Polres Metro Bekasi Selidiki Kebakaran di SPBE Cimuning
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12/2025). ANTARA/Ilham Kausar.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polisi tengah memastikan penyebab awal ledakan hingga berujung kebakaran di Stasiun Pengisian Balk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kota Bekasi. Penanganan pun dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

"Penyebab kebakaran yang disertai ledakan dan semburan api tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi dengan melibatkan Labfor untuk menemukan penyebab kejadian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2026).

Budi mengatakan, dari peristiwa ini terdapat 13 warga yang mengalami luka bakar. Kemudian, dampak kerusakan juga terjadi di sekitar pemukiman warga, mulai dari rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok.

"Kebakaran juga berdampak pada bangunan warga, meliputi rumah, kontrakan, toko, warung, dan gudang rongsok, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan sedang hingga rusak parah," ucap Budi.

Diketahui, kebakaran ini terjadi di SPBE PT Indogas Andalan Kita, Jalan Raya Cinyosok, Kel. Cimuning, Kec. Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam pukul 21.15 WIB. Sebanyak 12 pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengatasi api yang meluas.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan bertanggung jawab secara penuh atas dampak yang ditimbulkan akibat ledakan hingga kebakaran di area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Pihaknya memastikan penanganan seluruh korban luka-luka akibat peristiwa tersebut sepenuhnya dibiayai Pertamina.

"Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kami akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik," ujarnya.

Pertamina juga memastikan bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga sekitar lokasi kejadian. Namun, proses tersebut akan dilakukan setelah pendataan bersama pemerintah setempat.

"Ini kan (renovasi rumah) harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa," katanya.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher