Menuju konten utama

Polisi Minta Truk Tak Paksa Masuk Area Pelabuhan Tanjung Priok

Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional, termasuk pengalihan arus dari titik-titik rawan kemacetan untuk memperlancar akses kendaraan.

Polisi Minta Truk Tak Paksa Masuk Area Pelabuhan Tanjung Priok
Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/3/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.

tirto.id - Ditlantas Polda Metro Jaya meminta pengemudi truk agar tidak memaksa masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mengingat, kawasan itu telah dipadati dengan truk yang membongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kami minta para pengemudi truk dan kendaraan berat untuk patuhi instruksi petugas di lapangan dan tidak memaksakan masuk jika belum ada ruang bongkar muat di dalam pelabuhan,” sebut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin dalam keterangannya, Jumat (18/4/2025).

Ia mengatakan, kepadatan tersebut merupakan imbas langsung dari tingginya aktivitas logistik di pelabuhan yang tidak diimbangi dengan manajemen lalu lintas yang optimal.

Menurut Komarudin, rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional, termasuk pengalihan arus dari titik-titik rawan kemacetan untuk memperlancar akses kendaraan yang mengarah maupun keluar dari pelabuhan.

“Kami lakukan pengaturan langsung untuk memastikan arus tetap bergerak dan tidak terjadi penumpukan ekstrem yang bisa berdampak ke ruas tol lain,” ujarnya.

Sementara itu, Wadirlantas AKBP Argo Wiyono menegaskan bahwa koordinasi dengan pengelola pelabuhan juga telah dilakukan agar aktivitas bongkar muat dilakukan lebih tertib dan tidak memicu kemacetan di jalur tol utama.

"Polda Metro Jaya akan terus memantau kondisi lalu lintas dan menyiagakan personel di sejumlah titik krusial hingga kondisi kembali normal," sebut Argo.

Untuk diketahui, kemacetan panjang masih terjadi di akses masuk Pelabuhan Tanjung Priok, pada Jumat pagi. Ratusan truk peti kemas tampak berjejer di Jalan Yos Sudarso.

"Saya pikir ini hari libur jadi sudah tidak macet lagi, tapi ternyata macetnya masih parah," kata salah satu sopir truk, Yusman (53) di Jakarta, dikutip dari Antara.

Ia mengaku sudah tiga jam lebih terjebak sejak pukul 04.00 WIB hingga Jumat pagi.

"Sejak dalam tol arah dari Cawang sudah padat merayap dan benar-benar terjebak di pintu keluar (exit) Tol Kebon Bawang," ungkap dia.

Yusman yang mengaku datang dari Bogor untuk mengantarkan barang ke kawasan Pelabuhan Tanjug Priok. Dia harus gigit jari karena kondisi ini.

"Kami terpaksa matikan mesin mobil untuk menghemat bahan bakar," jelasnya.

Yusman mengaku sudah mendapatkan informasi kemacetan parah dari rekan sopir yang terjebak di kawasan ini hingga enam jam.

Dirinya juga sudah diinformasikan oleh perusahaan, tapi ia berusaha menjalankan tugas mengantarkan barang pesanan.

"Kami pusing dengan kemacetan seperti ini, jadi tidak bergerak. Ini sangat merugikan," tukas Yusman.

Kemacetan ini sudah terjadi sejak Rabu (16/4/2025) akibat penumpukan bongkar muat barang di pelabuhan yang memiliki kapasitas 2.500 truk, sementara jumlah kendaraan yang masuk mencapai lebih dari 4.000 unit kendaraan.

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, mengatakan pihaknya bersama kepolisian telah berupaya mengurai kemacetan. Ia juga membantah ada pintu akses (gate) pelabuhan yang tidak berfungsi.

Baca juga artikel terkait PELABUHAN TANJUNG PRIOK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fahreza Rizky