tirto.id - Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani, menyebutkan pihaknya telah menetapkan tersangka pelaku penganiayaan yang menewaskan Brigadir Polisi Dua (Bripda) Dirja Pratama (19). Tersangka berinisial P tersebut juga berpangkat Bripda.
Selain itu, tim Bidang Propam dan Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sulsel juga ikut memeriksa 5 rekan tersangka yang juga sama-sama penghuni asrama.
Bripda Dirja diketahui tewas usai dilarikan ke RSUD Daya, tidak jauh dari lokasi dinasnya di Direktorat Samapta Polda Sulsel, Markas Polda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar, Minggu (22/2/2026). Korban mengalami luka-luka akibat dugaan penganiayaan di Asrama Samapta Polda Sulsel.
“Berdasarkan pemeriksaan tim Biddokkes di diketahui korban meninggal karena penganiayaan. Ditemukan sejumlah luka lebam-lebam. Awalnya, dilaporkan pelaku membentur-benturkan kepalanya. Setelah kami periksa, akhirnya tersangka Bripda P mengakui perbuatannya,” ujar Djuhandani dalam keterangan persnya di Mapolres Pinrang, Senin (23/2).
Menurut Djuhandani, selain Bripda P yang merupakan senior korban, pihaknya masih mendalami peran 5 anggota Polri lainnya dalam dugaan penganiayaan yang menyebabkan Bripda Dirja yang baru setahun berdinas sebagai polisi meninggal dunia.
Dalam rangka berbelasungkawa pada keluarga korban, Djuhandani didampingi sejumlah perwira menengahnya, seperti Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto dan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham Effendi, datang melayat di kediaman korban di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Djuhandani menyampaikan rasa duka mendalam pada ayah korban yang juga anggota Polri, Aipda Jabir.
Djuhandani berjanji pihaknya akan bersikap profesional dan tegas dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas sesuai amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Pinrang, jenazah korban sempat diotopsi oleh tim dokter forensik Biddokkes Polda Sulsel selama sekitar tujuh jam, dari pukul 13.40 WITA hingga pukul 21. 50 WITA. Korban dikebumikan di Taman Pemakaman Islam di Desa Pincara disaksikan segenap keluarga dan kerabatnya.
Penulis: MN Abdurrahman
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































