Menuju konten utama

Polda Metro Jaya Klaim Tak Ada Kekerasan kepada Pedagang Es Kue

Polda Metro Jaya tetap meminta maaf atas tindakan anggotanya yang menuding pedagang es kue menjajakan makanan berbahaya.

Polda Metro Jaya Klaim Tak Ada Kekerasan kepada Pedagang Es Kue
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/Ilham Kausar/am.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Metro Jaya mengklaim tak ada tindakan kekerasan terjadi kepada pedagang es kue gabus bernama Sudrajat yang sebelumnya sempat mendapat tudingan menjajakan makanan berbahaya.

"Tapi disampaikan tadi malam oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, di Lapangan Presisi, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dia menerangkan, saat ini Bidpropam masih dalam proses pemeriksaan kepada anggota Bhabinkamtibmas yang pertama menuding Sudrajat. Namun, anggota tersebut tidak dilakukan penahanan atau penempatan khusus.

Budi tetap memastikan, apabila dalam pemeriksaan oleh Bidpropam ditemukan adanya tindakan melanggar etika, maka pengenaan sanksi sesuai dengan aturan pasti diberikan.

"Yang bersangkutan tetap diperiksa dulu sebagai saksi, Apabila memenuhi pelanggaran ada sidang kode etik terhadap petugas tersebut," ujar dia.

Menurut Budi, Polda Metro Jaya tetap meminta maaf atas tindakan anggotanya yang menuding pedagang es kue tersebut. Dia menyebut, tindakan itu semata-mata memang diawali dari bentuk kesigapan dalam melihat dinamika di lapangan sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan di masyarakat.

"Kami mohon maaf karena tujuannya adalah untuk memberikan edukasi. Polda Metro Jaya dan kepolisian tidak pernah mematikan, menghambat usaha UMKM dari masyarakat ini harus kami sampaikan," ucap Budi.

Ilustrasi Es Gabus

Ilustrasi Es Gabus. foto/istockphoto

Diketahui, penjual es gabus bernama Sudrajat (50) menceritakan kronologi peristiwa yang membuat dirinya viral di media sosial setelah dituding menggunakan bahan spons dalam dagangannya. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (24/1/2026).

Sudrajat menuturkan, awalnya empat hingga lima orang mendatanginya dengan alasan ingin membeli es gabus. Namun, situasi berubah ketika dagangannya dituduh mengandung bahan spons.

“Lama-lama saya dikepung. Saya dipukul. Dikepung. Sama polisi dan tentara,” kata Sudrajat saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).

Baca juga artikel terkait POLDA METRO JAYA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama