tirto.id - Polda Metro Jaya mengklaim tak ada tindakan kekerasan terjadi kepada pedagang es kue gabus bernama Sudrajat yang sebelumnya sempat mendapat tudingan menjajakan makanan berbahaya.
"Tapi disampaikan tadi malam oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, di Lapangan Presisi, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dia menerangkan, saat ini Bidpropam masih dalam proses pemeriksaan kepada anggota Bhabinkamtibmas yang pertama menuding Sudrajat. Namun, anggota tersebut tidak dilakukan penahanan atau penempatan khusus.
Budi tetap memastikan, apabila dalam pemeriksaan oleh Bidpropam ditemukan adanya tindakan melanggar etika, maka pengenaan sanksi sesuai dengan aturan pasti diberikan.
"Yang bersangkutan tetap diperiksa dulu sebagai saksi, Apabila memenuhi pelanggaran ada sidang kode etik terhadap petugas tersebut," ujar dia.
Menurut Budi, Polda Metro Jaya tetap meminta maaf atas tindakan anggotanya yang menuding pedagang es kue tersebut. Dia menyebut, tindakan itu semata-mata memang diawali dari bentuk kesigapan dalam melihat dinamika di lapangan sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan di masyarakat.
"Kami mohon maaf karena tujuannya adalah untuk memberikan edukasi. Polda Metro Jaya dan kepolisian tidak pernah mematikan, menghambat usaha UMKM dari masyarakat ini harus kami sampaikan," ucap Budi.

Diketahui, penjual es gabus bernama Sudrajat (50) menceritakan kronologi peristiwa yang membuat dirinya viral di media sosial setelah dituding menggunakan bahan spons dalam dagangannya. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (24/1/2026).
Sudrajat menuturkan, awalnya empat hingga lima orang mendatanginya dengan alasan ingin membeli es gabus. Namun, situasi berubah ketika dagangannya dituduh mengandung bahan spons.
“Lama-lama saya dikepung. Saya dipukul. Dikepung. Sama polisi dan tentara,” kata Sudrajat saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































