Menuju konten utama

Pindad Siap Produksi Traktor Rawa demi Dukung Swasembada Pangan

Pindad meyakini traktor rawa bisa mengeksplor area rawa yang cukup banyak di Indonesia.

Pindad Siap Produksi Traktor Rawa demi Dukung Swasembada Pangan
Stafsus Menhan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik Deddy Corbuzier (kiri), Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Prima Kharisma (tengah), dan Direktur Produksi Hera Rosmiati (kanan) saat berbicara soal dukungan terhadap swasembada pangan di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025). tirto.id/Ayu Octavi Anjani

tirto.id - PT Pindad (Persero) tengah merancang traktor rawa serta peralatan bertani lainnya dalam mendukung program swasembada pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini untuk mempercepat proses pencetakan sawah di seluruh pelosok Indonesia demi terciptanya lumbung pangan.

“Salah satunya untuk pemenuhan alat-alat pertanian. Kami sedang mengembangkan beberapa prototype traktor rawa dan sebagainya yang masih berjalan sampai sekarang,” tutur Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma, saat ditemui di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025).

Lebih lanjut, Prima mengatakan pembuatan traktor rawa tersebut bertujuan agar dapat mengeksplor area rawa yang cukup banyak di Indonesia. Selain itu, saat ini PT Pindad telah memproduksi sejumlah alat berat yang cocok digunakan untuk mencetak sawah.

Adapun saat ini, traktor rawa buatan PT Pindad berada dalam tahap pengujian. Traktor rawa itu dirancang untuk digunakan di lahan pertanian seperti Kalimantan dengan karakteristik lahan rawa.

Sementara itu, Direktur Produksi PT Pindad, Hera Rosmiati, mengatakan nantinya produk-produk pertanian tersebut tak akan langsung dijual ke masyarakat umum. Namun, akan disalurkan terlebih dahulu lewat Kementerian Pertanian (Kementan).

“Saat ini sudah ada beberapa produk dalam proses pemasaran dan ada yang sudah digunakan di sejumlah daerah. Dengan adanya upaya ini, kami berharap dapat membantu pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan melalui teknologi,” ujar Hera pada kesempatan yang sama.

Untuk diingat, Prabowo menyatakan akan mengalokasikan anggaran hingga Rp15 triliun untuk program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan. Program ini merupakan upaya mencapai target swasembada pangan pada 2028-2029.

Prabowo menyatakan akan meneruskan program food estate, cetak sawah, lumbung pangan, dan proyek mercusuar di era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Adapun total target cetak sawah dan optimalisasi lahan selama empat tahun ke depan, mencapai tiga juta hektar di luar Jawa dan mulai bergulir sejak 2024.

Baca juga artikel terkait SWASEMBADA PANGAN atau tulisan lainnya dari Ayu Octavi Anjani

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Ayu Octavi Anjani
Penulis: Ayu Octavi Anjani
Editor: Bayu Septianto