tirto.id - PT Perusahaan Penjaminan Indonesia (Persero) atau PII melaporkan telah memberikan penjaminan hingga Rp112 triliun per Oktober 2025. Angka tersebut meningkat dari Rp100 triliun pada periode sama tahun 2024.
“Berdasarkan mandat yang diberikan pada kami, 37 di antaranya adalah proyek KPBU, sisanya 18 adalah proyek yang disebut non-KPBU. Yang tadi dari penugasan yang lain, termasuk penjaminan kredit,” ujarya di Kantor Pusat PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).
Jumlah penjaminan yang diberikan PII tersebut juga telah berlipat jauh lebih besar dibanding total aset perseroan yang hanya sekitar Rp17 triliun. Melalui skema penjaminan ini, PII turut mendorong masuknya investasi dengan nilai total mencapai Rp573 triliun, termasuk investasi KPU sebesar Rp323 triliun.
Sejumlah proyek KPBU yang telah dijamin PII antara lain Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur; pembangunan Tol Semarang-Demak; Kereta Api Makassar-Parepare; Tol Manado-Bitung; Satelit Multifungsi Pemerintah; hingga Trans Papua.
“Sebagai salah satu benefitnya KPBU dan juga pembiayaan kreatif, pemerintah tidak harus menyiapkan alokasi (untuk sebuah proyek) ini di depan, untuk membangun proyek ini sebagai investasi. Tapi, dengan bekerjasama dengan pihak swasta, investasi ini bisa terjadi dengan nilai investasi yang cukup besar. Sehingga, ada efek ungkit atau leverage dari APBN,” jelas Andre.
Karena keuntungan tersebut, Andre menilai bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi sebagaimana dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto, dorongan investasi perlu diperkuat melalui proyek-proyek dengan skema KPBU. Di saat yang sama, PII juga akan memperluas keterlibatan dalam menjamin proyek-proyek KPBU.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha atau sektor swasta untuk berinvestasi dalam proyek-proyek pemerintah.
“Lessons learned-nya untuk kita terus sempurnakan ke depan (penjaminan proyek KPBU), menambah confidence para pelaku usaha atau swasta, investor dan juga teman-teman di pemerintah. Ini merupakan salah satu yang kita perlu perkuat ke depan,” pangkas Andre.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































