Menuju konten utama

PGN Bakal Bagikan Dividen 80 Persen dari Total Laba Bersih 2024

Selambat-lambatnya dividen akan dibagian 30 hari kalender setelah diumumkannya ringkasan risalah RUPST.

PGN Bakal Bagikan Dividen 80 Persen dari Total Laba Bersih 2024
Petugas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memeriksa kesiapan gas sebelum didistribusikan ke masyarakat menggunakan Gaslinktruck PGN di kantor PGN Pusat, Jakarta, Jumat (16/11/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

tirto.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyetujui pembagian dividen senilai 271,5 juta dolar AS atau setara 80 persen dari laba bersih tahun buku 2024 yakni sebanyak 339,4 juta dolar AS. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024, Rabu (28/5/2025).

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan dividen akan dibayarkan secara tunai dalam mata uang rupiah dengan menggunakan nilai tukar kurs tengah Bank Indonesia. Selambat-lambatnya dividen akan dibagian 30 hari kalender setelah diumumkannya ringkasan risalah RUPST.

"Besaran dividen tersebut mempertimbangkan keberlanjutan bisnis PGN sebagai bagian dari pertanggungjawaban perseroan kepada seluruh pemegang saham," ujar Fajriyah dalam keterangannya.

Selain pembagian dividen, para pemegang saham juga menyetujui dana sebesar 67,8 juta dolar AS sebagai saldo laba ditahan. Ini termasuk untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina melakukan pengelolaan perusahaan dengan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur sepanjang 2024, dengan didukung oleh cost optimization dan liability management.

"Strategi yang dijalankan ini berhasil meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pertumbuhan keuangan dan keberlanjutan bisnis yang positif di tengah tantangan industri energi yang dinamis”, ujarnya.

Ke depan, PGN akan menerapkan strategi bisnis yang terstruktur, inovatif dan berkelanjutan untuk meraih peluang pertumbuhan dan menghadapi tantangan di sektor energi. PGN juga siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi ke berbagai lapisan masyarakat, dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional.

“Hal ini termasuk menjalankan penugasan dari pemerintah yaitu pengembangan jargas non-APBN bagi rumah tangga dan pelanggan kecil serta pembangunan Pipa Tegal – Cilacap untuk memenuhi kebutuhan gas bumi ke Refinery Unit (RU) Cilacap,” tutup Fajriyah.

Baca juga artikel terkait PGN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra