Menuju konten utama

PGI Temui Jusuf Kalla Bahas soal Perdamaian & Ceramah JK di UGM

Ketum PGI mengimbau masyarakat tak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

PGI Temui Jusuf Kalla Bahas soal Perdamaian & Ceramah JK di UGM
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla memberikan klarifikasi terkait dugaan penistaan agama atas potongan video saat dirinya berceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis (5/3). ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/hma/bar

tirto.id - Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty, menekankan pentingnya menjaga peran agama sebagai agen perdamaian. Hal itu diungkapkan Jacky usai bersilaturahim dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) di kediaman JK di Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026) malam.

Pertemuan tersebut digelar untuk merespons polemik ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beredar secara viral di media sosial setelah dipotong oleh pihak tertentu.

Jacky dalam keterangannya menjelaskan bahwa pemahaman utuh terhadap rekaman ceramah berdurasi 43 menit menunjukkan konteks yang berbeda dari potongan video yang beredar. Ia menilai pelintiran tersebut telah mengaburkan substansi pesan yang sebenarnya ingin disampaikan JK.

"Ketika kami mendengarkan secara utuh, kami bisa memahami maksudnya. Ada bagian yang mungkin dipelesetkan atau tidak tepat secara istilah, tetapi tidak menggeser substansi utama," ujar Jacky dilansir dari Antara, Senin (23/4/2026).

Ia menyampaikan bahwa pengalaman langsung dalam konflik di Maluku membuatnya memahami betapa berbahayanya penggunaan agama sebagai alat konflik.

Menurutnya, konflik berbasis agama seperti yang pernah terjadi di Ambon dan Poso menunjukkan dampak kehancuran yang luar biasa.

"Agama harus kembali ditempatkan dalam panggilan mulianya sebagai agen perdamaian, bukan sebagai alat untuk membenarkan kekerasan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Din Syamsuddin, yang diketahui turut terlibat dalam proses perdamaian konflik melalui Perjanjian Malino.

Lebih lanjut, Jacky menekankan pentingnya memperkuat dialog lintas agama dan kebangsaan, mulai dari tingkat pimpinan hingga masyarakat akar rumput.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Biasakan bertemu langsung, berdialog, dan melakukan klarifikasi. Jangan mudah terhasut oleh isu yang bisa memecah belah," ujarnya.

Ia menyatakan konflik tidak seharusnya melibatkan agama sebagai pembenaran tindakan kekerasan.

"Tidak mungkin manusia berkonflik lalu meminta Tuhan terlibat di dalamnya. Itu bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama," ujar Jacky.

Baca juga artikel terkait JUSUF KALLA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto