tirto.id - Pengacara Eggi Sudjana, Elida Netty, menegaskan bahwa kliennya, Eggi Sudjana menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah dan membahas terkait penanganan perkara ijazah palsu di Polda Metro Jaya. Akan tetapi, Elida memastikan, pertemuan Eggi dengan Jokowi tidak menyampaikan permohonan maaf, melainkan upaya perdamaian.
Hal itu menanggapi terkait penghentian penanganan perkara dugaan penyebaran berita bohong ijazah palsu Jokowi yang ditangani Polda Metro Jaya. Tidak hanya status tersangka Eggi, Polda Metro Jaya juga menghentikan penyidikan perkara bagi Damai Hari Lubis.
"Karena Bang Eggi menjelaskan semuanya, Bang Eggi minta agar pihak kepolisian, minta ke Pak Jokowi agar pihak kepolisian tidak layak menjadikan dia tersangka. Makanya Pak Jokowi dengan luar biasa rendah hati dan memberikan RJ (restorative justice) itu," ucap dia kepada wartawan, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Elida menerangkan, dirinya baru mendapat kejelasan penghentian perkara pada Kamis (15/1/2026) pukul 17.00 WIB. Dia menerangkan, penghentian perkara ini salah satu pertimbangannya adalah penetapan tersangka yang tidak disertai dengan pemeriksaan terlebih dahulu.
"Kalau Bang Eggi ada lima item. Syarat-syaratnya atau ini-nya. Pertama, dia belum di BAP. Kemudian dia adalah seorang pengacara yang sedang bertugas. Kemudian dia adalah pelapor dan banyak lagi alasannya," ungkap dia.
Saat pertemuan dengan Jokowi sendiri, Elida mengemukakan, Eggi juga menjelaskan mengenai kondisi fisiknya yang harus menjalani perawatan rutin hingga ke luar negeri. Dia mengungkap, kliennya menderita kanker stadium empat.
Lebih lanjut, dia menuturkan, percepatan pengurusan RJ juga berkaitan dengan upaya Eggi berobat ke luar negeri. Seharusnya, Eggi berangkat untuk berobat pada 10 Januari 2025, meskipun pada akhirnya baru bisa pergi kemarin, Jumat (16/1/2026).
"Nah, bahkan mungkin terbitnya hari Kamis. Bang Egi sudah beli tiket. Karena dia memang dalam keadaan sakit banget gitu. Nah, ternyata siapnya kemarin Maghrib. Itu hangus tiketnya. Hari ini dia berangkat jam 5," ujar dia.
Di sisi lain, dia mengaku pertemuan dengan Jokowi sangat diterima baik, bahkan disuguhkan berbagai hidangan. Elida menyampaikan terima kasih kepada Jokowi dan penyidik Polda Metro Jaya atas penghentian perkara kliennya ini.
"Setahu saya, sabar itu sulit. Ikhlas itu sakit. Itu sudah sangat hebat Pak Jokowi. Sabar dan ikhlas. Mereka pertemuan itu benar-benar rasa kekeluargaan. Saya aja yang tadinya baru kenal sekali itu ketemu merasa sudah 5 tahun atau 10 tahun yang lalu kenal sama Bapak itu," tutur Elida.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































