Menuju konten utama

Peresmian Kilang RDMP Balikpapan Diundur Jadi 17 Desember

Semula, peresmian RDMP Balikpapan dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2025.

Peresmian Kilang RDMP Balikpapan Diundur Jadi 17 Desember
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)/Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). tirto.id/Muhammad Naufal

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, berujar peresmian kilang minyak berupa refinery development master plan (RDMP) yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur, diundur menjadi 17 Desember 2025.

Semula, peresmian RDMP Balikpapan dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2025. Bahlil meyakini swasembada energi dan avtur dapat terjadi usai peresmian RDMP Balikpapan.

"Rencananya insyaallah doakan di tanggal 17 Desember [peresmian RDMP Balikpapan]," ucapnya usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).

"Kalau itu diresmikan, maka InsyaAllah 2026, kita sudah mencapai swasembada di bidang energi solar dan avtur. Ini yang kita lagi rencanakan ke depan," sambung dia.

Bahlil mengaku menyampaikan hal lain kepada Prabowo selain soal peresmian RDMP Balikpapan. Salah satunya, yakni penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Kementerian ESDM yang sudah mencapai 85 persen.

Kemudian, ia juga melaporkan terkait lifting minyak Kementerian ESDM yang telah mencapai target sesuai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Lalu, rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) juga menjadi program yang juga dilaporkan kepada Prabowo.

"Pembangkit batu bara itu bukan berarti kotor seluruhnya. Kalau kita memakai teknologi dengan carbon capture, itu akan mengurangi emisi, tetapi di RUPTL kita sampai dengan 2035, itu energi baru terbarukannya hampir kurang lebih sekitar 70 persen," tutur Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Bahlil Lahadalia berujar Pemerintah Pusat berencana menghentikan impor solar mulai 2026. Sebab, pemerintah saat itu disebut akan meresmikan RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 10 November 2025.

"2026, insyaallah kita enggak akan impor solar lagi. Kenapa? Karena RDMP kilang kita yang di Balikpapan insyaallah 10 November ini akan kita resmikan," ucapnya di Istana Negara, Senin (3/11/2025).

Baca juga artikel terkait BAHLIL LAHADALIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Dwi Aditya Putra