Perasaan Cepat Berubah, Apakah Anda Bipolar atau Hanya Moody?

Oleh: Febriansyah - 29 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Gangguan bipolar atau Bipolar Disorder (BD) adalah penyakit mental yang kompleks dan parah.
tirto.id - Anda mungkin pernah mengalami atau menemukan seseorang yang sering mengalami perasaan acak dan tiba-tiba berubah cepat. Satu menit yang lalu ia merasa bahagia, tapi sekejap kemudian ia merasa sedih. Tapi apakah perubahan perasaan macam itu benar-benar bipolar?

Gangguan bipolar atau Bipolar Disorder (BD) adalah penyakit mental yang kompleks dan parah dengan komponen genetik yang mempengaruhi 2 persen orang dari seluruh populasi dunia. Gangguan ini ditandai dengan episode mania dan depresi yang mungkin berganti sepanjang hidup dan biasanya pertama kali terjadi pada awal usia 20-an tahun.

Orang dengan gangguan bipolar memiliki episode mania dan depresi yang bergantian. Mania adalah periode energi tinggi atau suasana hati yang ekstrem. Saat mengalami ini, orang sering merasa sangat bersemangat dan membuat keputusan impulsif.

Tetapi yang perlu diingat adalah orang dengan perasaan cepat berubah-ubah ini adalah normal. Mental Health America menjelaskan bahwa perasaan pasang surut seperti itu adalah normal, terutama jika sesuatu terjadi yang membuat kita merasa bahagia atau sedih. Jika suasana hati berubah drastis dari hari ke hari, itu biasanya bukan pertanda gangguan bipolar.

Salah satu faktor yang sebenarnya menjadi pembeda antara mood swing dan bipolar adalah variabilitas suasana hati yang terjadi secara eksklusif dalam suatu situasi.

"Jika selalu ada sesuatu yang terjadi yang akan mengubah suasana hati Anda, maka kemungkinan Anda tidak memiliki gangguan bipolar. Itu tidak berarti bahwa individu dengan gangguan bipolar tidak dipengaruhi oleh situasi," jelas Russ Federman, Direktur Layanan Konseling dan Psikologi di University of Virginia seperti dilansir Psycology Today.


"Bahkan mereka sering. Tetapi sebagian besar yang memiliki gangguan bipolar melaporkan saat suasana hati mereka meningkat atau menjadi depresi, itu terjadi tanpa sebab yang jelas," lanjut dia.

Dua aspek penting lainnya yang membedakan antara perasaan moody dengan bipolar adalah intensitas dan durasi mood. Orang dengan gangguan bipolar memiliki pasang surut yang jauh lebih intens dan lebih tahan lama daripada perubahan suasana hati biasa.

Jika kita kerap merasa murung, maka kita harus benar-benar fokus merasakan untuk menemukan intensitas suasana hati kita. Namun, apabila intensitasnya rendah, maka hal itu bukan penderita bipolar.

Dalam banyak kasus, seseorang yang menganggap diri mereka sedang murung mungkin merasa bahwa mereka telah mengalami lebih banyak hari-hari buruk. Padahal itu hanya suasana hati.

"Tetapi jika Anda benar-benar bipolar, maka Anda mengalami episode-episode depresi yang cukup akut yang pada beberapa titik telah berlangsung dua minggu atau lebih. Selain itu, Anda telah melihat peningkatan suasana hati yang telah berlangsung minimal empat hari dan seringkali lebih lama," terang Federman.

Untuk itu, Federman membagi beberapa kriteria suasana hati, seperti melibatkan gejala-gejala yang cenderung berenergi tinggi, berkurangnya kebutuhan untuk tidur, berpikir cepat, bicara cepat, impulsif, euforia atau lekas marah yang berkelanjutan dan kemurungan.

"Jika kemurungan Anda bukan masalah besar dan jika itu hanya bagian dari apa yang membentuk warna-warna kehidupan Anda yang terus berubah, maka biarkan diri Anda mengalir bersamanya," kata Federman.

"Tetapi jika Anda khawatir tentang intensitas suasana hati Anda yang berfluktuasi dan merasa sudah tidak normal, maka silakan berbicara dengan seseorang yang tahu banyak tentang diagnosis bipolar. Kesehatan mental Anda sangat berharga. Itu layak Anda perhatikan," tutup Federman.


Baca juga artikel terkait BIPOLAR atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight