Menuju konten utama

Peran RS Siapkan Tim Pantau & IT di Kasus Pembunuhan Kacab BRI

Polisi masih terus menggali motif dari penculikan dan pembunuhan Kacab BRI, Mohamad Ilham Pradipta.

Peran RS Siapkan Tim Pantau & IT di Kasus Pembunuhan Kacab BRI
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/6/2025). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Polisi mengungkap peran salah satu tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37). Salah satu tersangka tersebut adalah Rohmat Sukur (RS).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut, tersangka Rohmat Sukur adalah otak di balik tim pantau sebelum korban dihabisi. Dia pun telah dilakukan penangkapan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025).

“RS ini bagian penting, dia yang menyiapkan tim pantau korban dan tim IT,” ujar Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).

Dijelaskan Ade Ary, proses penangkapan tersangka Rohmat Sukur dimulai dengan menyatroni rumahnya di kawasan Candisari, Semarang, Jawa Tengah. Namun, tersangka telah lebih dahulu melarikan diri.

“Akhirnya tim berhasil melacak RS ke persembunyiannya di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Di sana dia kami tangkap tanpa perlawanan,” kata Ade Ary.

Disebutkan Ade Ary, untuk peran tersangka lainnya sampai saat ini masih didalami tim penyidik. Selain itu, tengah digali motif dari penculikan dan pembunuhan korban.

Diketahui, penyidik Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan sementara dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih berinisial MPI. Total 15 tersangka yang sudah dilakukan penangkapan hingga saat ini.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP, Abdul Rahim, menyatakan, dari 15 tersangka telah dilakukan klastering berdasarkan perannya. Namun, dia mengaku belum bisa merinci lebih jauh peran masih-masih tersangka.

"Satu aktor intelektual, dua klaster yang membuntuti, tiga klaster yang menculik, dan empat klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," ucap dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/8/2025).

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto