Menuju konten utama

Penyebab PM Netanyahu Perintahkan Serangan Dahsyat ke Gaza

Israel melakukan serangan udara ke berbagai wilayah di Jalur Gaza setelah PM Netanyahu perintahkan penyerangan dahsyat. Simak penyebabnya berikut ini.

Penyebab PM Netanyahu Perintahkan Serangan Dahsyat ke Gaza
Ilustrasi. Personel darurat dan warga Palestina memeriksa kerusakan pasca serangan Israel, menyusul serangan mendadak Hamas, di kamp pengungsi Beach, di Kota Gaza, 9 Oktober 2023. REUTERS/Mohammed Salem
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel melakukan serangan dahsyat ke Jalur Gaza setelah menganggap Hamas melakukan pelanggaran gencatan senjata.

"Setelah konsultasi keamanan, Perdana Menteri Netanyahu menginstruksikan jajaran militer untuk segera melakukan serangan dahsyat di Jalur Gaza," kata kantor PM Israel dalam pernyataan pada Selasa (28/10/2025) dikutip NBC.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menindaklanjutinya dengan melakukan serangan udara ke beberapa wilayah Jalur Gaza pada Selasa malam. Israel menyerang Kota Gaza dan Khan Younis. Pesawat juga menyambangi wilayah Deir al-Balah timur dan pusat Jalur Gaza.

Setidaknya 20 orang tewas dalam serangan Israel ini. Di antaranya adalah tiga perempuan dan seorang lelaki di lingkungan Al-Sabra, Kota Gaza. Lalu, ada lima orang tewas di dalam kendaraan termasuk dua anak-anak di Khan Younis.

Jumlah korban tewas dari pihak Palestina bertambah banyak sejak Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata mulai 11 Oktober 2025, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan di Gaza pada Senin (27/10/2020).

Sebelum serangan udara kali ini, korban tewas usai kesepakatan damai mencapai 93 orang, 337 orang terluka, ditambah 472 jenazah telah dibawa dari bawah reruntuhan. Jika diakumulasikan sejak terjadinya serangan Israel 7 Oktober 2023, jumlah korban dari pihak Palestina menjadi 68.527 orang tewas dengan 170.395 orang lainnya terluka.

Penyebab Netanyahu Perintahkan Serangan ke Jalur Gaza

Seorang pejabat militer pertahanan Israel (IDF) mengatakan, perintah menyerang Gaza secara dahsyat muncul karena adanya dugaan serangan Hamas kepada tentara IDF di Rafah yang masih menjadi wilayah kekuasaan Israel. Selain itu, Hamas dituduh menyerahkan jenazah pada Israel yang penemuannya sudah diskenariokan.

Mengutip CNN, IDF merilis video dari drone yang mereka klaim menunjukkan anggota Hamas sedang mengubur jenazah di Kota Gaza. Hamas lalu berpura-pura menemukan jenazah tersebut di depan Palang Merah.

Netanyahu mengatakan sisa-sisa tubuh jenazah yang dikembalikan Hamas merupakan bagian tubuh sandera lain yang ditemukan di Gaza oleh tentara Israel hampir dua tahun lalu.

Hamas membantah terlibat insiden di Rafah dan menyebut serangan Israel di Gaza sebagai pelanggaran berat atas kesepakatan gencatan senjata. Hamas mendesak mediator turun tangan dan menekan Israel agar menghentikan serangan.

Sementara itu, organisasi sayap Hamas memutuskan untuk menunda menyerahkan jenazah seorang sandera yang ditemukan di Gaza selatan setelah menerima kabar Netanyahu memerintahkan untuk serang Gaza. Jenazah tersebut rencananya diserahkan pada hari Selasa setelah diambil dari sebuah terowongan di Khan Younis.

Kelompok militan ini turut memperingatkan, setiap eskalasi serangan yang dilancarkan akan menjadi kendala dalam operasi pencarian, penggalian, dan pengambilan jenazah para sandera Israel yang tewas.

Pejabat Hamas, Suhail al-Hindi, menegaskan kembali komitmen Hamas terhadap perjanjian gencatan senjata. Ia menuduh Israel keliru menuduh kelompoknya telah melakukan pelanggaran.|

Ada banyak informasi mengenai konflik di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas. Simak artikelnya melalui tautan berikut ini.

Kumpulan Artikel Konflik Jalur Gaza

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Iswara N Raditya