tirto.id - Kebakaran besar terjadi di kawasan Pasar Kasongan yang berada di Jalan Bungai, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu malam, 25 Januari 2026. Peristiwa ini sampai disorot media internasional.
Sebuah akun X yang khusus memberitakan tentang bencana-bencana di seluruh dunia, @Top_Disaster mengunggah tentang kebakaran di Pasar Kasongan.
“Kebakaran besar melanda kawasan pemukiman di Pasar Kasongan di Kabupaten Katingan, Indonesia (26.01.2026),” tulis akun tersebut pada 26 Januari 2026.
Netizen X dari Indonesia pun ramai mengomentari unggahan tersebut dengan pertanyaan mengapa kasus sebesar itu tidak banyak diberitakan sampai disorot oleh media luar negeri.
Penyebab Kebakaran Pasar Kasongan
Menurut keterangan sementara dari petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik dari bagian belakang salah satu kios atau warung di area pasar.
Massive fire engulfed a residential area at Kasongan Market in Katingan Regency, Indonesia 🇮🇩 (26.01.2026) pic.twitter.com/oAJXqn6pTj
— Disaster News (@Top_Disaster) January 26, 2026
Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang jaraknya saling berdekatan, sehingga kebakaran sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sekitar 15–17 bangunan, yang terdiri dari rumah warga, kios, ruko, barak, serta dua bangunan sekolah, yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan dan tiga ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Badar.
"Untuk data sementara yang kami himpun, ada sekitar 17 bangunan yang hangus terbakar. Data ini bisa saja berubah. Saat ini kami masih mengumpulkan data," ujar Bupati Katingan, Saipul dikutip Antara (26/1).
"Informasi sementara akibat korsleting listrik. Tapi kita menunggu informasi lebih lanjut dari petugas terkait penyebab pasti kebakaran tersebut," sambungnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar tujuh jam, dimulai sejak pukul 21.00 WIB hingga api benar-benar padam pada Senin (26/1/2026) dini hari.
Petugas pemadam mengerahkan armada air dengan kapasitas hingga 5.000 liter, serta dibantu oleh aparat dan warga sekitar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun puluhan warga mengalami kerugian materi yang cukup besar karena rumah dan tempat usaha mereka ludes terbakar.
Karena dua sekolah ikut terdampak, Pemerintah Kabupaten Katingan segera mengambil langkah darurat dengan mencari lokasi sementara agar kegiatan belajar mengajar para siswa tetap bisa berjalan.
Pemerintah daerah juga menggelar rapat dengan instansi terkait untuk memastikan para siswa tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman. Selain itu, pemerintah bersama masyarakat setempat mendirikan posko pengungsian, dapur umum, serta menyalurkan pakaian layak pakai bagi para korban kebakaran.
"Saat ini kami masih melakukan pengumpulan data yang akurat terkait jumlah korban dari musibah ini sehingga bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran," papar Saipul.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Untuk saat ini kami masih melakukan proses penanganan dengan memasang police line di TKP tersebut," terang Kasatreskrim Polres Katingan Iptu Gusti Adabi dilansir dari laman resmi Polri.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan menunggu kedatangan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari Banjarmasin. Sejumlah barang bukti seperti sisa abu kebakaran, kabel listrik, dan meteran listrik akan diperiksa untuk menentukan titik awal munculnya api.
"Besok (Selasa) rencananya dari Puslabfor Banjarmasin datang untuk mencari bukti-bukti forensik. Kami masih mencari titik awal munculnya api. Beberapa menjadi barang bukti seperti kabel-kabel yang tersisa di sana, serta pusat meterannya," tambahnya lagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































