tirto.id - Markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, tengah mengajukan tambahan anggaran sebesar 200 miliar dolar AS kepada Kongres untuk mendanai perang AS-Israel melawan Iran.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut belum ada kepastian kapan perang tersebut akan berakhir, dan jumlah tambahan dana itu pun masih dapat berubah.
“Sejauh ini masih 200 miliar dolar AS, tetapi angkanya bisa bergerak. Jelas, dibutuhkan dana untuk menghadapi musuh,” kata Hegseth, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (20/3/2026).
“Kami akan kembali ke Kongres untuk memastikan pendanaan mencukupi, baik untuk operasi yang telah berjalan maupun kemungkinan langkah ke depan,” tambahnya.
Tambahan anggaran sebesar 200 miliar dolar AS ini tergolong sangat besar, bahkan melampaui dana tambahan yang diterima Departemen Pertahanan tahun lalu melalui RUU pemotongan pajak yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada Juli lalu. Karena itu, Pentagon perlu mengajukan permohonan tersebut ke Gedung Putih sebelum mendapatkan persetujuan Kongres, meski dukungan politiknya masih belum pasti.
Di sisi lain, Kongres telah bersiap menghadapi permintaan anggaran baru tersebut. Namun, belum jelas apakah Gedung Putih telah secara resmi mengajukan proposal untuk perang yang hingga kini tidak memiliki batas waktu yang pasti.
“Kami tidak ingin menetapkan kerangka waktu tertentu,” ujar Hegseth dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa operasi militer masih berjalan sesuai rencana.
Terkait eskalasi konflik, keputusan akhir berada di tangan Presiden Trump.
“Pada akhirnya, itu akan menjadi keputusan presiden, saat kita menilai bahwa tujuan telah tercapai,” ujarnya.
Hegseth juga menyebutkan bahwa sejak dimulai pada akhir Februari, militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di wilayah Iran. Bahkan, baru-baru ini AS memperingatkan akan melancarkan “paket serangan terbesar yang pernah ada”.
Meski demikian, Kongres belum memberikan persetujuan resmi atas perang tersebut dan mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap luasnya operasi militer serta strategi yang digunakan. Walaupun Kongres dikuasai Partai Republik, sejumlah anggota yang berhaluan konservatif cenderung berhati-hati terhadap pengeluaran besar.
Sementara itu, sebagian besar anggota Partai Demokrat diperkirakan akan menolak permintaan tersebut dan meminta penjelasan lebih rinci terkait strategi serta tujuan militer. Salah satu anggota DPR dari Partai Demokrat, Betty McCollum, menyatakan akan menuntut kejelasan sebelum menyetujui tambahan anggaran.
“Ini tidak akan menjadi sekadar formalitas bagi presiden Amerika Serikat,” tegasnya.
Jika disetujui, tambahan dana tersebut akan semakin mendorong anggaran tahunan Pentagon, yang sebelumnya telah melampaui 800 miliar dolar AS untuk tahun fiskal 2026. Jumlah ini juga lebih besar dibandingkan tambahan sekitar 150 miliar dolar AS yang diberikan tahun lalu, meskipun sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk proyek spesifik dan peningkatan operasional Pentagon secara keseluruhan.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id

































