tirto.id - PT Timah Tbk mencatatkan kinerja operasional yang tidak memuaskan pada kuartal III-2025. Perusahaan mencatat produksi bijih timah anjlok 20 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Kinerja operasi yang disampaikan sampai dengan Q3 2025 total produksi di timah, biji timah, sebesar 12.157. Ini memang turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kurang lebih turun 20 persen, dimana di tahun sebelumnya kita mencatatkan di kurang lebih 19.437 untuk tahun 2024," kata Sekretaris Perusahaan PT Timah, Rendi Kurniawan, dalam acara Public Expose di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Tidak hanya biji timah, produksi logam timah juga merosot hingga 25 persen di kuartal III 2025 sebesar 10.855 metrik ton. Kemudian untuk penjualan logam timah kurang lebih turun 30 persen.
Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani, penurunan produksi itu disebabkan oleh tiga faktor utama.
"Ketidaktercapaian target produksi sampai dengan September tahun 2025 utamanya satu, adanya ketidaktercapaian rencana untuk pembukaan lokasi tambang baru terutama di laut, baik Laut Rias maupun Beriga. Padahal berdasarkan rencana tahun 2025 itu termasuk salah satu wilayah produksi yang akan diutamakan," ungkap Fina.
Kemudian faktor yang kedua yakni dari sisi perpanjangan IUP, di mana IUP PT Timah sebagian besar jatuh tempo di tahun 2025 dan perusahaan baru menyelesaikan perpanjangan IUP di bulan Juni.
"Keterlambatan perpanjangan IUP itu juga berpengaruh terhadap penerbitaan RKAB revisi, sehingga juga mempengaruhi volume produksi di tahun berjalan," jelas Fina.
Lebih jauh, faktor yang ketiga yang dianggap paling penting, yakni masih masifnya penambangan illegal yang beroperasi di wilayah ijin usaha penambangan PT Timah. "Ketiga hal tersebut yang mempengaruhi kinerja PT Timah."
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































