Menuju konten utama

Pemprov DKI Ajak Warga Aktifkan Siskamling Selama Musim Mudik

Pengaktifan Siskamling diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini terhadap berbagai gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

Pemprov DKI Ajak Warga Aktifkan Siskamling Selama Musim Mudik
Ilustrasi Monas. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan wilayah hingga tingkat RT/RW untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) guna menjaga kondusivitas ibu kota selama periode arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447.

Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 14/SE/2026 tanggal 13 Maret 2026 yang diterbitkan berdasarkan arahan langsung Gubernur Pramono Anung.

Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan bahwa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana Lebaran yang aman dan damai.

Ia mengingatkan bahwa Idulfitri merupakan momen sakral yang patut dirayakan dengan penuh kebersamaan tanpa diwarnai gangguan keamanan.

"Sesuai arahan Gubernur Pramono Anung, kami menekankan pentingnya pelaksanaan Surat Edaran Sekda ini secara sungguh-sungguh. Idulfitri adalah momentum suci yang harus dirayakan dalam suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta tetap kondusif," ujar Chico Hakim dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Dalam edaran tersebut, Pemprov DKI meminta seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta forum kemitraan masyarakat, untuk bersinergi mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan seperti tawuran, geng motor, dan penggunaan petasan.

Pengaktifan Siskamling di setiap lingkungan RT dan RW diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan dini terhadap berbagai gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

Pemprov DKI juga mengimbau kepada warga yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar memastikan kondisi hunian dalam keadaan aman.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik, mematikan aliran listrik dan perangkat elektronik yang tidak diperlukan, memastikan kompor dalam keadaan mati serta regulator gas terlepas, dan menitipkan hewan peliharaan di tempat penitipan hewan selama ditinggal mudik.

Selain keamanan rumah, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Warga diminta memastikan tidak ada tumpukan sampah di lingkungan masing-masing selama Hari Raya Idulfitri.

Sebagai fasilitas tambahan, Pemprov DKI menyediakan lahan parkir di Kantor Wali Kota/Bupati, Kantor Camat, dan Kantor Lurah yang dapat digunakan masyarakat sebagai tempat penitipan kendaraan selama periode mudik. Layanan ini gratis dan berlaku mulai 18 Maret hingga 24 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk, setiap wilayah diminta membentuk pos piket dan siaga guna merespons secara cepat potensi bencana maupun gangguan keamanan.

Sementara itu, bagi para pendatang baru yang tiba di Jakarta, diwajibkan melaporkan diri kepada pengurus RT dan RW setempat dalam waktu 1×24 jam setelah kedatangan.

Pramono Anung secara khusus menginstruksikan seluruh Wali Kota dan Bupati di lingkungan Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan peran wilayah masing-masing melalui koordinasi lintas perangkat daerah. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Jakarta tetap aman dan kondusif meski ditinggal warganya yang mudik.

"Kami mengajak seluruh warga Jakarta untuk aktif berpartisipasi. Dengan kesadaran bersama, kita dapat mewujudkan Hari Raya Idulfitri yang penuh hikmah, aman, dan tertib," ucap Chico.

Baca juga artikel terkait LATEST SC atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana