tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penyaluran paket stimulus ekonomi hingga akhir Juni 2025 telah mencapai Rp13,6 triliun. Realisasi ini diharapkan akan terus meningkat sehingga dapat mendorong daya beli dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Realisasi belanja negara diarahkan untuk mendorong konsumsi dan aktivitas dunia usaha. Program perlindungan sosial diperkuat, termasuk PKH, kartu sembako, subsidi energi, dan bantuan pupuk," ujar Sri Mulyani.
Dalam kesempatan sama, Bendahara Negara menyampaikan bahwa pemerintah telah menggelontorkan stimulus ekonomi senilai Rp24,4 triliun pada kuartal II 2025. Ini meliputi diskon transportasi, insentif pajak, serta berbagai bentuk bantuan langsung. Rincian stimulus antara lain diskon tiket pesawat (PPN ditanggung pemerintah 6 persen), tiket kereta api (30 persen), dan angkutan laut (50 persen) selama Juni dan Juli.
Pemerintah juga memperluas bantuan sosial sebesar Rp11,9 triliun, termasuk top-up kartu sembako sebesar Rp200.000/bulan dan bantuan pangan 10 kg beras untuk 18,3 juta penerima selama dua bulan berturut-turut. Subsidi upah bagi 17 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta juga digelontorkan, dengan nilai Rp10,72 triliun.
"Paket ini diharapkan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal II dan III agar tetap mendekati 5 persen," tambah Sri Mulyani.
Sebagai langkah menjaga ketahanan pangan, pemerintah menginjeksi Rp16,6 triliun ke Perum Bulog untuk memperkuat cadangan beras dan jagung serta menjaga stabilitas harga pangan, terutama di masa panen.
Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber di tengah ketidakpastian global, serta akan segera mengumumkan paket stimulus keenam bersama kementerian terkait. "Kami bersama menko perekonomian dan menteri terkait juga sedang menyiapkan untuk paket 6 baru yang akan diumumkan segera," tandasnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































