tirto.id - Pemerintah tengah mempercepat rancangan pembangunan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan difokuskan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan, mengatakan saat ini, pemerintah masih melakukan pendalaman-pendalaman terhadap kegiatan prakonstruksi, sebelum memulai pembangunan proyek Pantura.
Apalagi, proyek giant sea wall direncanakan dibangun secara terintegrasi, dengan program penyediaan air bersih melalui Bendungan Karian dan Bendungan Jatiluhur serta peningkatan kualitas air dengan pengolahan limbah di muara sungai melalui pembangunan Jakarta Sewerage System.
"Masih dihitung, ya, waktunya. Karena, kan, berkaitan sama resources yang ada. Di Indonesia kita manfaatkan semua. Salah satu yang utama adalah kita bisa memanfaatkan soal lingkungan, jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste (pengelolaan limbah)," kata Didit, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Presiden Prabowo Subianto, kata dia, hingga kini belum memiliki target tertentu ihwal kapan pembangunan proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall) akan dimulai.
Namun, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (WamenKP), itu mengatakan pembangunan giant sea wall diperkirakan dapat dimulai lebih cepat.
"Target pembangunan ya, dalam waktu yang belum ditentukan. Paling tidak, bisa dipercepat," tutur Didit.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek giant sea wall akan dilakukan pada September 2026. Meski begitu, dia masih menunggu arahan pemerintah pusat untuk memulai pembangunan giant sea wall di Jakarta.
"Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 tambah 7 menjadi 19. Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan. Tetapi kapan dimulainya? Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini,” tutur Pram dalam konferensi pers usai acara Groundbreaking Pembangunan Entrance Stasiun Harmoni MET Lin-Utara-Selatan di Area Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Pemerintah Jakarta juga melakukan persiapan dengan membangun tembok Pengendalian Terpadu Ibu Kota atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Pram menyebut hal ini bertujuan untuk mengantisipasi banjir rob di pesisir Jakarta Utara.
"Yang dulu kemarin sempat heboh ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas, maka sekarang ini kita menyelesaikan itu,” katanya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































