tirto.id - Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, mengatakan pihaknya baru bisa menentukan nasib tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau yang lebih dikenali dengan cukai rokok, apakah akan mengalami kenaikan atau tidak setelah melakukan evaluasi terhadap kebijakan cukai yang berjalan di tahun ini.
Apalagi, sampai saat ini Kementerian Keuangan baru mengantongi angka target penerimaan CHT 2025.
"Masih dikaji, masih belum. Kan masih ada waktu, ya (sampai akhir 2025). Belum (diputuskan apakah akan naik atau tidak), kita kan baru didapatkan angka targetnya, ya. Nanti kita lihat evaluasi 2025 dan (kebijakan CHT) 2026 seperti apa," ujarnya, kepada para pewarta di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).
Sebagai informasi, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, pemerintah menargetkan penerimaan negara dari cukai rokok mencapai Rp230,09 triliun, lebih tinggi dari realisasi CHT di tahun lalu yang senilai Rp216,9 triliun. Sementara itu, hingga Juli 2025, realisasi penerimaan cukai rokok baru mencapai 53,01 persen dari target, dengan nilai sebesar Rp121,98 triliun.
Meski belum bisa dipastikan, namun sebelumnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal positif. Ada kemungkinan cukai rokok akan mengalami penurunan untuk mendongkrak kinerja industri hasil tembakau.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, bakal mengkaji opsi penurunan Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau yang sering disebut cukai rokok. Menurutnya, setiap kebijakan yang dirumuskan memerlukan studi mendalam dan analisis dari lapangan sebelum diterapkan.
"Kalau mau diturunkan seperti apa, tergantung hasil studi dan analisis yang saya dapatkan dari lapangan," kata dia, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (16/9/2025).
Namun yang lebih penting dari itu, Purbaya mengaku akan lebih dulu memberantas distribusi rokok-rokok ilegal yang menggunakan pita cukai palsu. Setelahnya, ia juga akan menghitung berapa penerimaan negara yang dapat diselamatkan dari penindakan distribusi rokok ilegal.
Dari situ lah kemudian dia dapat menentukan bagaimana arah kebijakan cukai rokok di tahun depan, apakah nantinya akan benar-benar bisa diturunkan atau dinaikkan untuk mengerek penerimaan negara.
"Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu, katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya? Kalau misalnya saya beresin, saya bisa hilangkan cukai-cukai palsu berapa pendapatan saya? Dari situ nanti saya bergerak," tegas Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































